Gunung Ibu yang terletak di Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya pada Selasa malam, 2 Juni 2026. Letusan yang terjadi pada pukul 22.07 WIT itu memuntahkan kolom abu setinggi 700 meter di atas puncak, atau sekitar 2.025 meter di atas permukaan laut.
Petugas pengamatan Gunung Api Ibu, M Saum Amin, melaporkan bahwa erupsi masih berlangsung saat laporan dibuat. Kolom abu terpantau berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal, dan bergerak ke arah timur laut.
“Terjadi erupsi G. Ibu pada hari Selasa, 02 Juni 2026, pukul 22:00 WIT dengan tinggi kolom abu teramati ± 700 m di atas puncak,” ujar Saum Amin dalam keterangan resminya.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan sejumlah rekomendasi bagi masyarakat dan wisatawan di sekitar kawasan gunung api itu. Warga diminta tidak melakukan aktivitas di dalam radius dua kilometer dari kawah aktif Gunung Ibu. Selain itu, terdapat perluasan sektoral sejauh 3,5 kilometer ke arah bukaan kawah di bagian utara.
PVMBG juga mengimbau warga untuk menggunakan masker dan pelindung mata apabila terjadi hujan abu vulkanik saat beraktivitas di luar rumah. Masyarakat diminta tetap tenang dan tidak mudah terpancing oleh informasi bohong atau hoaks yang beredar terkait aktivitas Gunung Ibu.
Sementara itu, PVMBG meminta Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat untuk terus berkoordinasi dengan pusat vulkanologi maupun Pos Pengamatan Gunung Ibu di Gam Ici. Langkah ini penting agar informasi terbaru mengenai aktivitas vulkanik gunung tersebut dapat diperoleh secara cepat dan akurat.
Artikel Terkait
Mantan ART Nekat Panjat Pagar Rumah Majikan Demi Pulang Rawat Orang Tua Sakit
DPR Apresiasi Langkah Presiden Prabowo Evaluasi dan Ganti Pimpinan Badan Gizi Nasional
Gubernur Sulsel Tegaskan Pancasila sebagai Pedoman Utama dalam Menyikapi Perbedaan di Tengah Masyarakat
Mikrobus Terbakar di Tol Jakarta-Cikampek KM 55, Pengemudi Selamat Tanpa Luka