Menteri Haji: Persiapan Layanan Haji 2026 Capai 100 Persen

- Rabu, 15 April 2026 | 12:30 WIB
Menteri Haji: Persiapan Layanan Haji 2026 Capai 100 Persen

JAKARTA - Persiapan haji tahun 2026 sudah di ujung tanduk. Menteri Haji dan Umrah, Mochammad Irfan Yusuf, menyebut kesiapan itu hampir mencapai seratus persen. Saat ini, fokusnya ada pada pengecekan akhir seluruh layanan sebelum operasional benar-benar dimulai.

“Persiapan layanan haji hampir selesai 100 persen. Tahapan saat ini adalah pengecekan akhir seluruh layanan menjelang operasional akhir,” ujar Irfan di Kantor Staf Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (15/4/2026).

Dia memastikan semua kebutuhan pokok jemaah sudah diatur. Mulai dari tempat menginap, makan, kendaraan, sampai layanan kesehatan. Semuanya diklaim siap.

Untuk urusan tempat tinggal di Arab Saudi, pemerintah sudah menyiapkan ratusan hotel. Di Makkah saja ada 177 hotel yang tersebar di beberapa wilayah, seperti Jarwal, Misfalah, Raudhah, Syisyah, dan Aziziyah.

Lain lagi dengan situasi di Madinah. Di sana, seluruh 100 hotel yang disiapkan berlokasi di kawasan Markaziyah. Keuntungannya jelas: jemaah bisa jalan kaki ke Masjid Nabawi tanpa perlu repot naik kendaraan.

“Di Madinah ada 100 hotel seluruhnya di wilayah Markaziyah sehingga tidak diperlukan kendaraan untuk berjalan ke Masjid Nabawi,” jelasnya.

Soal perut jemaah, pemerintah juga tak main-main. Mereka menyiapkan puluhan dapur di kedua kota suci tersebut 51 di Makkah dan 23 di Madinah untuk memastikan pasokan makanan berjalan lancar selama ibadah.

Nah, transportasi. Ini bagian krusial mengingat mobilitas jemaah yang sangat tinggi. Irfan menyebut armada bus antarkota untuk rute Madinah-Makkah, Jeddah-Makkah, dan sebaliknya sudah siap beroperasi.

“Transportasi jemaah juga sudah kita siapkan meliputi bus antarkota baik dari Madinah ke Makkah, kemudian dari Jeddah ke Makkah, maupun nanti dari Makkah ke Madinah ataupun dari Makkah ke Jeddah sebagai rute pulang,” paparnya.

Tak cuma itu. Ada juga Bus Shalawat yang akan beroperasi nonstop 24 jam untuk mengantar jemaah dari hotel ke Masjidil Haram. Untuk puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina, pemerintah menyiapkan bus Masyair khusus.

Dari sisi kesehatan, jaring pengaman juga dipasang. Pemerintah menyediakan 40 klinik di Makkah dan 5 klinik di Madinah. Yang lebih detail, setiap kloter nantinya akan didampingi langsung oleh satu dokter dan satu tenaga kesehatan. Jadi, setidaknya ada tim medis yang siap siaga mendampingi perjalanan spiritual jemaah dari tanah air.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar