Ketidakpercayaan mendalam mewarnai sikap Iran terhadap Amerika Serikat dalam setiap pembahasan kesepakatan damai. Mohammad Bagher Ghalibaf, perunding utama Iran sekaligus Ketua Parlemen, dengan tegas menyatakan bahwa Teheran tidak akan pernah menyetujui perjanjian apa pun sebelum hak-hak rakyat Iran dijamin sepenuhnya. Peringatan ini menjadi sinyal keras bahwa jalan menuju resolusi konflik masih terjal dan penuh kecurigaan.
Dalam sebuah pernyataan yang disiarkan melalui televisi pemerintah, Ghalibaf menekankan sikap negaranya yang tidak mudah percaya pada lawan bicara. “Kami tidak akan menyetujui perjanjian apa pun sampai kami yakin bahwa hak-hak rakyat Iran telah ditegakkan,” ujarnya, Senin (1/6/2026). Ia juga menambahkan bahwa para negosiator Iran tidak mempercayai kata-kata maupun janji-janji musuh.
Pernyataan tersebut muncul setelah media-media Amerika Serikat, seperti New York Times dan Axios, memberitakan bahwa Presiden Donald Trump telah mengirimkan versi revisi kerangka kerja perdamaian. Laporan pada Sabtu (30/5) itu menyebutkan bahwa draf baru berisi persyaratan yang lebih keras untuk dipertimbangkan Iran. Meski demikian, detail perubahan dalam draf tersebut tidak diungkapkan secara gamblang.
Setiap perubahan yang dilakukan pada draf kesepakatan berpotensi menunda lebih lama lagi proses untuk secara resmi mengakhiri perang. Trump sendiri telah menyatakan bahwa prioritas utamanya adalah menghentikan Iran dari pengembangan senjata nuklir dan membuka kembali jalur pelayaran strategis di Selat Hormuz. Jalur tersebut secara efektif telah ditutup oleh Iran sejak konflik dimulai pada akhir Februari.
“Satu-satunya jaminan yang harus saya miliki adalah tidak akan ada senjata nuklir. Mereka telah menyetujuinya, dan itu sangat menarik,” kata Trump dalam wawancara dengan Fox News yang dipandu oleh menantunya sendiri, Lara Trump. Namun, klaim ini langsung dibantah oleh Iran.
Di sisi lain, Iran menepis pernyataan Trump dan menegaskan bahwa kedua pihak masih memiliki perbedaan pendapat yang jauh mengenai isu-isu kunci dalam negosiasi. Sikap saling curiga ini menunjukkan bahwa kesepakatan damai masih menjadi target yang sulit diraih dalam waktu dekat.
Artikel Terkait
Polisi Tangkap Pria Perusak Mobil di Tol JORR yang Videonya Viral
Prabowo dan Megawati Tampak Akrab dalam Peringatan Hari Lahir Pancasila ke-80
Pancasila di Tengah Kebisingan Politik: Momentum Mengembalikan Demokrasi pada Etika dan Kepentingan Rakyat
WMS Berikan Tips Rawat Motor Listrik Honda agar Baterai Awet dan Performa Optimal