Wakil Ketua DPR Sari Yuliati: Indonesia Pacu Pasar Karbon Berintegritas Tinggi di Forum Dunia

- Kamis, 16 April 2026 | 15:30 WIB
Wakil Ketua DPR Sari Yuliati: Indonesia Pacu Pasar Karbon Berintegritas Tinggi di Forum Dunia

Di tengah panggung internasional, Wakil Ketua DPR RI Sari Yuliati menyuarakan tekad Indonesia. Negara ini berkomitmen penuh membangun pasar karbon yang punya integritas tinggi. Ini bukan sekadar program nasional, tapi bagian dari langkah kolektif dunia menghadapi krisis iklim yang makin nyata.

Sebagai pemilik salah satu hutan tropis terluas di planet ini, posisi Indonesia memang unik. Di satu sisi, tanggung jawabnya besar. Namun begitu, peluang yang terbuka juga tak kalah besarnya dalam pertempuran global melawan perubahan iklim.

"Hutan kita bukan hanya bernafas untuk Indonesia, tetapi juga untuk dunia,"

begitu tegas Sari dalam keterangannya, Kamis (16/4/2026). Pernyataan itu ia sampaikan lebih dulu dalam sebuah forum penting di Washington DC, Selasa (14/4/2026). Acaranya adalah Round Table Discussion bertajuk High Integrity Carbon Market for Sustainable Development, yang digelar World Bank dan Kedutaan Besar Indonesia.

Hadirinnya beragam, mulai dari perwakilan pemerintah, akademisi, sampai lembaga sertifikasi dan organisasi standar internasional. Di depan mereka, Sari memaparkan aset strategis Indonesia.

Hutan, tanah, dan mangrove yang luas itu bukan sekadar pemandangan. Itu adalah pusat penyimpanan karbon dunia yang sangat vital. Nah, dengan mulai mengukur potensi penyerapan karbon dari ekosistem-ekosistem tadi, Indonesia membuka pintu lebar-lebar. Peluang investasi hijau bernilai miliaran dolar pun menanti.

Menurut Sari, krisis iklim sekarang ini sudah jauh dari sekadar wacana di ruang kuliah. Ini realitas yang dampaknya dirasakan langsung, dari ujung barat sampai timur negeri. Banjir di satu tempat, kekeringan di tempat lain. Itulah sebabnya, ia melihat solusi berbasis alam sebagai jalan keluar yang masuk akal.

Pendekatan ini dianggapnya bisa menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mendukung pembangunan nasional berkelanjutan.

Di akhir pidatonya, ia tak lupa menekankan satu hal krusial: kolaborasi. Pemerintah, swasta, organisasi internasional semua harus bergandengan tangan. Tujuannya jelas, memastikan pasar karbon Indonesia berjalan transparan dan kredibel. Hasilnya pun harus terasa, bukan hanya bagi masyarakat lokal, tapi juga bagi dunia.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar