Pencarian Korban Longsor Banjarnegara Dihentikan, Keselamatan Tim SAR Jadi Alasan Utama

- Rabu, 26 November 2025 | 05:54 WIB
Pencarian Korban Longsor Banjarnegara Dihentikan, Keselamatan Tim SAR Jadi Alasan Utama

Operasi pencarian korban tanah longsor di Banjarnegara akhirnya dihentikan. Setelah sepuluh hari berjuang di medan yang sulit, tim SAR memutuskan untuk mengakhiri pencarian pada Selasa malam (25/11).

Alasannya sederhana tapi berat: keselamatan tim di lapangan sudah tidak bisa dijamin lagi.

Abdul Muhari dari BNPB menjelaskan situasinya dengan gamblang.

"Kondisi tanah yang masih bergerak, cuaca tak menentu, serta luas dan kedalaman timbunan material longsor menjadi pertimbangan utama penutupan operasi SAR di Desa Pandanarum,"

Di hari terakhir itu, tim masih berhasil menemukan lima jenazah. Mereka langsung dibawa ke RSUD Banjarnegara untuk identifikasi. Total korban jiwa yang berhasil dievakuasi mencapai 17 orang, termasuk dua potongan tubuh.

11 Orang Masih Belum Ditemukan

Sayangnya, sebelas warga lainnya masih dinyatakan hilang. Pencarian mereka terpaksa dihentikan.

Dampak bencana ini cukup luas. Selain korban jiwa, tercatat empat orang luka-luka. Sedangkan pengungsian besar-bacaan terjadi - 1.019 jiwa dari 343 keluarga harus mengungsi di lima titik berbeda.

Meski operasi SAR dihentikan, bantuan untuk korban terus berjalan. BNPB akan memberikan pendampingan kepada pemda untuk pemulihan lingkungan, termasuk layanan psikososial dan rencana relokasi warga dari zona rawan.

Prosesi penutupan operasi SAR berlangsung haru. Abdul menuturkan, sebagian besar keluarga korban hadir dan menunjukkan ketabahan yang luar biasa.

"Mereka menerima hasil akhir operasi yang secara teknis sudah tidak memungkinkan diperpanjang,"

Setelah keputusan diumumkan, acara dilanjutkan dengan doa bersama. Suasana hening menyelimuti lokasi bekas longsoran yang kini telah berubah menjadi kuburan massal alami.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar