Menghadapi Tes Kemampuan Akademik atau TKA, rasa deg-degan itu wajar banget. Tapi, yang perlu diingat, jangan sampai panik menguasai diri. Kalau tiba-tiba ada masalah saat ujian berlangsung, coba tarik napas dulu. Kunci utamanya adalah tetap tenang.
Di sisi lain, kelancaran ujian ini juga didukung oleh kehadiran pengawas dan tim teknis di lokasi. Mereka siap siaga. Jadi, peserta yang mengalami kendala entah itu soal perangkat atau sistem disarankan untuk segera melapor. Jangan ditunda-tunda. Pelaporan yang cepat memudahkan petugas mencari solusi.
Memang, risiko seperti internet yang tiba-tiba lemot atau listrik padam sulit diprediksi. Namun begitu, penyelenggara sudah menyiapkan prosedur penanganan untuk berbagai skenario. Tujuannya jelas: agar siswa tidak dirugikan. Sistemnya dirancang untuk mengutamakan kenyamanan peserta, meski situasi di ruang ujian kurang ideal.
Nah, kendala selama TKA sendiri biasanya terbagi dalam beberapa jenis. Menurut unggahan akun Instagram @litbangdikbud, setidaknya ada tiga kategori besar.
- Hambatan teknis. Ini mencakup pemadaman listrik, jaringan internet yang bermasalah, perangkat komputer rusak, sampai gangguan pada aplikasi ujiannya sendiri.
- Hambatan nonteknis. Lebih ke faktor manusia dan lingkungan. Misalnya peserta yang sakit atau datang terlambat, kartu peserta tertukar, proktor tidak hadir, atau kebisingan di sekitar sekolah.
- Kejadian Luar Biasa (KLB). Ini benar-benar di luar kendali, seperti bencana alam atau situasi darurat lainnya.
Lalu, bagaimana alur penanganannya? Ada mekanisme berjenis yang sudah ditetapkan.
Pertama, Lapor Internal.
Masalah kecil biasanya akan ditangani dulu oleh petugas di sekolah itu sendiri, sesuai tata tertib yang ada.
Artikel Terkait
Hari Kartini 2026 Jatuh pada 21 April, Bukan Hari Libur Nasional
Atasan Gadai SK Anggota Satpol PP Bogor, TPP Dipotong Paksa Bayar Kredit Macet
Polri Bentuk Satgas Haji, Fokus Berantas Praktik Ilegal dan Lindungi Jemaah
Tokoh dan Ulama Indonesia Serukan Perdamaian Timur Tengah untuk Jamin Keamanan Haji 2026