Jenderal IRGC: Kekalahan AS dalam Perang Lawan Iran Sudah Tak Terelakkan

- Senin, 01 Juni 2026 | 14:50 WIB
Jenderal IRGC: Kekalahan AS dalam Perang Lawan Iran Sudah Tak Terelakkan

Seorang jenderal tinggi militer Iran memperingatkan bahwa Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, tidak memiliki opsi yang menguntungkan dalam menghadapi negaranya. Peringatan itu disampaikan oleh Brigadir Jenderal Yadollah Javani, Wakil Bidang Urusan Politik Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), pada Sabtu (30/5) malam waktu setempat.

Dalam pernyataannya, Javani menyebut Trump kini hanya dihadapkan pada dua pilihan, yakni jalan yang buruk atau jalan yang lebih buruk. Ia menegaskan bahwa kekalahan Amerika dalam perang melawan Iran telah menjadi kenyataan yang tak terelakkan.

“Trump, yang kekalahannya dalam perang telah menjadi jelas bagi siapa pun, sekarang menghadapi dua jalan ke depan: jalan yang buruk atau jalan yang lebih buruk,” ujar Javani.

Menurut Javani, Trump harus memilih antara mengakui kondisi dan hak-hak rakyat Iran atau melanjutkan agresi militer terhadap Teheran. Ia menilai bahwa pihak lawan telah melakukan kesalahan strategis dalam perhitungannya saat melancarkan serangan terhadap Iran.

“Iran telah memenangkan pertempuran ini, dan Amerika Serikat sedang menuju spiral kekalahan dan kemunduran,” kata Javani.

Javani juga mengklaim telah terjadi pergeseran kekuatan di kawasan yang kini menguntungkan Iran. Ia menyebut Iran saat ini memegang posisi dominan atas Selat Hormuz, jalur perairan strategis yang terdampak perang. Ia menegaskan bahwa status dan hak sah bangsa Iran atas jalur perairan tersebut tidak dapat diganggu gugat.

“Iran sekarang berada dalam posisi kemenangan dan superioritas. Republik Islam telah menyatakan syarat-syaratnya untuk memecah kebuntuan saat ini, dan sekarang giliran Amerika Serikat untuk mengambil keputusan mengenai masalah ini,” pungkas Javani.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar