Prosesi pemakaman secara militer untuk mantan Menteri Pertahanan RI periode 2014–2019, Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu, berlangsung khidmat di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan, pada Senin (1/6/2026). Peti jenazah yang diselimuti Bendera Merah Putih diarak menuju liang lahat diiringi tabuhan drum militer, sementara sejumlah prajurit TNI berbaris mengawal setiap langkah prosesi hingga peti diturunkan ke tempat peristirahatan terakhir.
Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin bertindak sebagai inspektur upacara dalam pemakaman militer tersebut. Rangkaian acara diawali dengan pembacaan riwayat hidup almarhum yang memuat perjalanan karier, penghargaan, serta pengabdian Ryamizard kepada bangsa dan negara. Dalam pembacaan itu disebutkan bahwa Ryamizard lahir di Palembang pada 21 April 1950, sebagai putra dari Mayjen TNI (Purn) Musannif Ryacudu dan Hajah RA Zuhariah. Almarhum meninggalkan seorang istri dan tiga orang anak laki-laki.
Riwayat jabatan yang dibacakan mencakup posisi Pangdam V/Brawijaya pada 1999, Pangdam Jaya periode 1999–2000, Pangkostrad periode 2000–2002, Kepala Staf Angkatan Darat periode 2002–2005, hingga Menteri Pertahanan RI periode 2014–2019. Selain itu, Ryamizard juga tercatat menerima berbagai tanda jasa dan kehormatan negara, di antaranya Bintang Mahaputera Adipradana, Bintang Dharma, Bintang Yudha Dharma Utama, Bintang Kartika Eka Paksi Utama, Bintang Jalasena Utama, Bintang Swa Bhuwana Paksa Utama, dan Bintang Bhayangkara Utama.
Ryamizard meninggal dunia di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, pada Minggu (31/5/2026) pukul 14.03 WIB. Dalam prosesi Apel Persada, Menhan Sjafrie menyampaikan penghormatan terakhir atas nama negara.
“Saya, Menteri Pertahanan Republik Indonesia, atas nama negara, bangsa, dan Tentara Nasional Indonesia, dengan ini mempersembahkan ke persada Ibu Pertiwi jiwa dan raga serta jasa-jasa almarhum,” ucap Sjafrie saat membacakan Apel Persada. Ia juga berharap pengabdian Ryamizard dapat menjadi teladan bagi generasi penerus.
“Semoga jalan darma bakti yang ditempuhnya dapat menjadi suri teladan bagi kita semua dan arwahnya mendapat tempat yang terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Besar,” lanjutnya.
Usai Apel Persada, komandan upacara memberikan aba-aba pasang sangkur yang kemudian diikuti seluruh prajurit sebagai bagian dari penghormatan militer terakhir. Prosesi dilanjutkan dengan penurunan peti jenazah ke liang lahat. Menhan Sjafrie melakukan tabur tanah secara simbolis yang kemudian diikuti keluarga inti. Setelah itu, keluarga melakukan tabur bunga di pusara almarhum.
Sejumlah pejabat dan tokoh nasional tampak menghadiri pemakaman tersebut, di antaranya Wakil Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Lodewijk Freidrich Paulus, Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Jimly Asshiddiqie, serta Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan.
Artikel Terkait
Penjualan Tiket Kereta Api Tembus 1,3 Juta Selama Libur Panjang Iduladha dan Hari Lahir Pancasila
Puncak Arus Balik Libur Idul Adha, 41 Ribu Penumpang Kereta Tiba di Jakarta
Jalan Lenteng Agung Raya Arah Selatan Ditutup Sementara Mulai Siang Ini untuk Perbaikan Jalan Ambles
Pertamina Patra Niaga Resmi Turunkan Harga Avtur 10 Persen per 1 Juni 2026