Pentagon Rilis 162 Dokumen UFO untuk Publik, Trump Klaim Wujudkan Transparansi Penuh

- Sabtu, 09 Mei 2026 | 04:15 WIB
Pentagon Rilis 162 Dokumen UFO untuk Publik, Trump Klaim Wujudkan Transparansi Penuh

Pentagon untuk pertama kalinya membuka akses publik terhadap kumpulan dokumen yang diklaim sebagai file “baru dan belum pernah dilihat sebelumnya” terkait pertemuan dengan makhluk luar angkasa. Langkah ini diumumkan pada Jumat, 8 Mei 2026, hanya beberapa bulan setelah Presiden Donald Trump menginstruksikan pemerintah untuk mulai mengungkap intelijen mengenai kehidupan alien, fenomena udara tak dikenal, serta objek terbang tak dikenal.

Trump, melalui unggahan di platform Truth Social, menyebut kebijakan ini sebagai upaya mewujudkan “transparansi lengkap dan maksimal.” Dalam pernyataannya, ia menulis bahwa dengan dokumen dan video baru ini, masyarakat dapat memutuskan sendiri “APA YANG SEBENARNYA TERJADI?” Ia pun menambahkan ajakan, “Selamat bersenang-senang dan nikmati!”

Departemen Pertahanan, yang berkoordinasi dengan Gedung Putih, Kantor Direktur Intelijen Nasional, Departemen Energi, NASA, dan FBI, telah merilis 162 file melalui situs web khusus UFO yang baru diluncurkan. Sejumlah berkas tambahan direncanakan akan dirilis secara bertahap seiring dengan proses penemuan dan deklasifikasi lebih lanjut.

“Berkas-berkas ini, yang tersembunyi di balik klasifikasi, telah lama memicu spekulasi yang beralasan,” ujar Menteri Pertahanan Pete Hegseth dalam pernyataan resmi. “Sudah saatnya rakyat Amerika melihatnya sendiri,” tegasnya.

Meski demikian, Pentagon memberikan peringatan bahwa sebagian besar materi yang dirilis belum dapat dipastikan secara analitis. “Meskipun semua berkas telah ditinjau untuk tujuan keamanan, banyak materi yang belum dianalisis untuk mengetahui anomali apa pun,” demikian bunyi peringatan yang menyertai unggahan tersebut.

Dalam rilis awal, laporan tentang objek tak dikenal mencakup wilayah di atas Yunani, Irak, Jepang, Kuwait, Amerika Serikat, dan sejumlah lokasi lainnya. Salah satu dokumen menarik berisi transkrip percakapan antara Pusat Pengendalian Misi dan astronot James “Jim” Lovell serta Frank Borman selama misi luar angkasa Gemini 7 pada tahun 1965. Transkrip itu diawali dengan laporan Borman mengenai “bogey” istilah kontemporer untuk pesawat tak dikenal serta medan puing yang menurutnya terdiri dari “sangat, sangat banyak ratusan partikel kecil.” Catatan tersebut dilengkapi anotasi tulisan tangan yang mendokumentasikan pertemuan itu, termasuk tulisan di sudut kanan atas yang berbunyi “Penampakan UFO oleh Borman.”

Dokumen terpisah memuat laporan fenomena udara tak dikenal yang “belum terpecahkan” dari Mei 2022 di atas Kuwait. Gambar yang disertakan menunjukkan area kontras memanjang di kuadran kiri atas yang tampaknya meningkat intensitasnya sepanjang panjangnya.

Pengungkapan ini terjadi setelah momen viral pada Februari lalu, ketika mantan Presiden Barack Obama tampak memberikan kredibilitas pada spekulasi publik yang telah berlangsung lama. Dalam sebuah penampilan podcast, Obama mengatakan bahwa alien “itu nyata.” Namun, ia kemudian menarik kembali pernyataan tersebut.

Berbicara pada Rabu pekan lalu, Obama mengklarifikasi pandangannya. “Salah satu hal yang Anda pelajari sebagai presiden adalah pemerintah sangat buruk dalam merahasiakan sesuatu,” ujarnya. Ia menambahkan dengan nada skeptis, “Jika memang ada alien, atau pesawat ruang angkasa alien, atau apa pun yang berada di bawah kendali pemerintah Amerika Serikat yang kita ketahui, lihat, foto, dan sebagainya, saya jamin, pasti ada seseorang yang menjaga instalasi tersebut akan berfoto selfie dengan salah satu alien dan mengirimkannya kepada pacarnya.”

Sementara itu, Trump sebelumnya mengatakan kepada wartawan bahwa ia “tidak tahu apakah mereka nyata atau tidak,” sembari mengkritik komentar pendahulunya sebagai “kesalahan besar.” Trump kemudian berjanji untuk merilis semua berkas tentang UFO dan makhluk luar angkasa dengan alasan “minat yang sangat besar” pada topik tersebut. Langkah ini, menurut pengamat, mendapat dukungan dari kedua partai politik di Amerika Serikat.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar