Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) perlahan mencoba bangkit dari tekanan setelah dibuka di zona merah pada perdagangan pagi ini. Meski sentimen negatif masih membayangi, indeks berhasil berbalik menguat pada awal sesi.
Berdasarkan data RTI pada Kamis, 25 Juni 2026 pukul 09.09 WIB, IHSG yang sempat dibuka di level 5.873,07 naik 0,5 persen atau 29,33 poin ke posisi 5.913,22. Aktivitas perdagangan tercatat cukup ramai dengan 2,41 miliar saham telah diperdagangkan dan nilai transaksi mencapai Rp1,327 triliun pada sesi pagi.
Dari total saham yang diperdagangkan, sebanyak 332 saham menguat, 170 saham melemah, dan 159 saham bergerak stagnan.
Pada perdagangan sebelumnya, IHSG sempat anjlok 3,56 persen ke level 5.883,88. Pelemahan itu terjadi setelah pasar merespons negatif hasil MSCI Annual Market Classification Review. Meski Indonesia tetap berstatus Emerging Market, MSCI memperpanjang masa evaluasi hingga November 2026 dan masih membuka peluang penurunan status ke Frontier Market apabila reformasi pasar tidak menunjukkan kemajuan yang memadai. Sentimen juga diperburuk oleh pelemahan rupiah ke Rp17.950 per USD.
Tim Riset BRI Danareksa Sekuritas menjelaskan, fokus pasar hari ini tertuju pada pergerakan rupiah, arus dana asing, serta rilis Core PCE AS yang akan menjadi petunjuk arah kebijakan suku bunga The Fed ke depan.
"Secara teknikal, IHSG berpotensi melanjutkan pelemahan menuju area support 5.740-5.650, sementara 6.000-6.100 menjadi area resistance terdekat," sebut tim riset.
Artikel Terkait
BMKG Minta Warga Waspada Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah hingga 29 Juni 2026
Golkar Dukung Pernyataan Prabowo soal Aktor di Balik Demo, Minta Pendanaan Aksi Dihentikan
Sekda Bangkalan Ditemukan Tewas di Mobil Dinas di Bandara Juanda, Jarang Pakai Kendaraan Itu Sehari-hari
Gunung Semeru Erupsi, Kolom Abu Vulkanik Capai 1.200 Meter