China menegaskan komitmennya untuk terus membuka pintu investasi bagi perusahaan asing, terlepas dari gejolak yang melanda perekonomian global. Pernyataan itu disampaikan Perdana Menteri China Li Qiang saat membuka forum ekonomi Summer Davos yang ke-17, Rabu lalu.
"Terlepas dari perubahan situasi internasional, pintu China akan terbuka lebih lebar," ujar Li dalam pidato pembukaannya. Ia menjabarkan sejumlah langkah konkret yang akan ditempuh pemerintahannya, termasuk memperluas akses pasar bagi perusahaan penanaman modal asing, menerapkan sepenuhnya perlakuan nasional terhadap mereka, serta terus menciptakan lingkungan bisnis kelas satu.
Dalam kesempatan itu, Li menggambarkan kondisi perekonomian China saat ini dalam empat kata: stabilitas, inovasi, kekuatan, dan keterbukaan. Ia menyoroti bagaimana di tengah meningkatnya unilateralisme dan proteksionisme, China justru mengambil jalur sebaliknya. Negeri Tirai Bambu itu telah menerapkan tarif nol untuk 63 negara dan mempertahankan posisinya sebagai importir terbesar kedua di dunia selama 17 tahun berturut-turut.
Menurut Li, integrasi China dengan dunia bukanlah langkah sementara. Ia menegaskan bahwa kebijakan tersebut merupakan langkah strategis yang konsisten dengan tren bersejarah dan filosofi pembangunan negara.
Artikel Terkait
Sekda Bangkalan Ditemukan Tewas di Mobil Dinas di Bandara Juanda, Jarang Pakai Kendaraan Itu Sehari-hari
Gunung Semeru Erupsi, Kolom Abu Vulkanik Capai 1.200 Meter
Polisi Tetapkan Ayah Kandung sebagai Tersangka Penganiayaan Bocah 9 Tahun di Batam
Gempa Kembar Guncang Venezuela: Magnitudo 7,2 dan 7,5 dalam 39 Detik, Bangunan di Caracas Roboh