Pemerintah Pastikan Keberangkatan Haji 2026 Lebih Tertata Berkat Program Makkah Route

- Jumat, 24 April 2026 | 14:15 WIB
Pemerintah Pastikan Keberangkatan Haji 2026 Lebih Tertata Berkat Program Makkah Route

IDXChannel – Pemerintah, lewat Kementerian Haji dan Umrah, memastikan keberangkatan jamaah haji Indonesia tahun 1447 H/2026 M bakal lebih tertata. Lebih efisien juga. Semua ini berkat implementasi program Makkah Route.

Operasional haji tahun ini sudah dimulai sejak 22 April 2026. Jamaah Indonesia diberangkatkan dari beberapa embarkasi yang sudah menerapkan layanan ini. Ada Bandara Soekarno-Hatta di Jakarta, Bandara Adi Soemarmo Solo, Bandara Juanda Surabaya, dan Bandara Sultan Hasanuddin Makassar. Tujuan akhir mereka? Bandara Pangeran Mohammad bin Abdulaziz, Madinah.

Skema layanan terpadu ini memungkinkan semua proses keimigrasian dan administrasi haji diselesaikan sejak di tanah air. Begitu tiba di Madinah, jamaah langsung diarahkan ke akomodasi. Nggak perlu lagi antre imigrasi ulang. Itulah salah satu keunggulan utama dari inisiatif ini dirancang untuk memberikan kenyamanan maksimal, dari keberangkatan sampai tiba di Tanah Suci.

Makkah Route ini mencakup banyak layanan. Mulai dari perekaman biometrik, penerbitan visa haji secara elektronik, pemeriksaan kesehatan, hingga proses keimigrasian di bandara keberangkatan. Bagasi jamaah juga sudah ditata rapi dan dikirim langsung ke tempat menginap di Arab Saudi. Semua diatur sesuai dengan transportasi dan akomodasi yang sudah disiapkan.

Menteri Haji dan Umrah RI, Moch. Irfan Yusuf, memberi apresiasi tinggi terhadap layanan ini. Katanya dalam keterangan pers Jumat (24/4/2026),

“Kami mengapresiasi tinggi implementasi layanan Makkah Route yang semakin memudahkan jemaah haji Indonesia. Proses yang terintegrasi sejak dari tanah air ini tidak hanya mempercepat layanan, tetapi juga memberikan kenyamanan dan kepastian bagi jemaah setibanya di Tanah Suci. Ini adalah wujud nyata komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan ibadah haji.”

Menhaj juga menambahkan, inovasi seperti Makkah Route jadi bagian penting dari transformasi ekosistem haji Indonesia. Menurut dia,

“Kami ingin memastikan setiap jemaah mendapatkan pengalaman ibadah yang lebih baik, lebih tertib, dan lebih manusiawi. Dengan sistem yang terintegrasi seperti ini, jemaah tidak lagi dibebani proses berulang setibanya di Arab Saudi, sehingga mereka bisa lebih fokus menjalankan ibadah.”

Program ini nggak bisa jalan sendiri. Ini hasil kolaborasi lintas kementerian dan lembaga di Arab Saudi. Ada Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Kesehatan, Kementerian Haji dan Umrah, plus beberapa otoritas terkait lainnya.

Sejak diluncurkan pada 2017, Makkah Route sudah melayani lebih dari 1,25 juta jamaah haji dari berbagai negara. Kemenhaj menilai kehadiran program ini jadi bagian penting dalam transformasi layanan haji Indonesia. Bukan cuma soal kelancaran operasional, tapi juga soal kenyamanan, keamanan, dan kualitas pelayanan buat seluruh jamaah.

Dengan sistem yang makin terintegrasi, diharapkan proses penyelenggaraan ibadah haji tahun ini bisa berjalan lebih lancar. Pada akhirnya, jamaah Indonesia bisa dapat pengalaman ibadah yang lebih khusyuk.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar