IDXChannel – IHSG lagi-lagi diprediksi bakal tertekan di perdagangan Jumat, 24 April 2026. Sehari sebelumnya, indeks ambles 2,16 persen ke posisi 7.378. Dan yang bikin deg-degan, tekanan jualnya lumayan deras.
Menurut riset MNC Sekuritas, posisi IHSG sekarang ini sedang berada di ujung wave [iv] pada label hitam. Atau, kalau pakai label merah, bisa juga di akhir wave [a] dari wave B. Artinya? Indeks masih rawan koreksi. Area terdekat yang bakal diuji, kata mereka, ada di kisaran 7.245 sampai 7.354. Sambil nutup beberapa gap yang sempat terbuka.
“Kami memperkirakan, posisi IHSG saat ini sedang berada di akhir wave [iv] pada label hitam atau alternatifnya di akhir wave [a] dari wave B pada label merah. Hal tersebut berarti, IHSG rawan bergerak terkoreksi dengan area koreksi terdekat diperkirakan akan menguji 7.245-7.354 sekaligus menutup beberapa area gap-nya,” tulis riset MNC Sekuritas.
Untuk hari ini, support IHSG ada di 7.351 dan 7.238. Sementara resistance-nya di 7.578 dan 7.700. Nah, berikut beberapa saham yang menarik buat dicermati.
PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) – Buy on Weakness
ADRO kemarin turun tipis 0,40 persen ke 2.510. Meski ada tekanan jual, koreksinya masih tertahan oleh MA20. Kata analis, posisi ADRO sekarang ini bagian dari wave ii dari wave (v) dari wave [iii].
Buy on Weakness: Rp2.440–Rp2.500
Target Price: Rp2.620, Rp2.700
Stoploss: di bawah Rp2.410
PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) – Buy on Weakness
Berbeda dengan ADRO, INKP malah menguat 1,02 persen ke Rp9.925. Volume pembelian mulai terlihat. Posisinya diperkirakan sedang berada di wave (ii) dari wave [c].
Buy on Weakness: Rp9.275–Rp9.725
Target Price: Rp10.475, Rp11.075
Stoploss: di bawah Rp9.075
PT Maharaksa Biru Energi Tbk (OASA) – Spec Buy
OASA juga hijau, naik 3,26 persen ke Rp380. Volume beli meningkat. Posisinya diduga sedang di wave [v] dari wave C.
Spec Buy: Rp368–Rp380
Target Price: Rp404, Rp434
Stoploss: di bawah Rp360
PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) – Buy on Weakness
WIFI justru terkoreksi cukup dalam, 5,14 persen ke Rp2.400. Tekanan jualnya lumayan. Posisi saham ini saat ini berada di wave (v) dari wave [i] dari wave C.
Buy on Weakness: Rp2.320–Rp2.380
Target Price: Rp2.680, Rp2.780
Stoploss: di bawah Rp2.270
(NIA DEVIYANA)
Artikel Terkait
Harga Emas Ambrol ke Titik Terendah Sepekan, Tertekan Kekhawatiran Suku Bunga Tinggi Akibat Konflik Timur Tengah
PGJO Lepas 99,995% Saham Anak Usaha Travel, Fokus ke Bisnis Logistik dan Tambang
Reformasi Pasar Modal Indonesia Dinilai Bukan Sekadar Ikuti Tren, tapi Kebutuhan Struktural
Pertamina Geothermal Energi Bagikan Dividen Rp2,14 Triliun untuk Tahun Buku 2025