JKON Genjot Proyek Sumber Daya Air dan Swasta untuk Pulihkan Kinerja di 2026

- Selasa, 09 Juni 2026 | 04:30 WIB
JKON Genjot Proyek Sumber Daya Air dan Swasta untuk Pulihkan Kinerja di 2026

PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk (JKON) memutuskan untuk memacu kinerja keuangan pada tahun 2026 dengan mengandalkan kontrak dari sektor sumber daya air (SDA) dan proyek-proyek swasta, menyusul minimnya proyek infrastruktur pemerintah akibat efisiensi anggaran. Langkah ini diambil setelah perseroan mencatatkan penurunan laba bersih yang signifikan pada tahun sebelumnya.

Saat ini, JKON tengah menggarap sejumlah proyek SDA untuk Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, antara lain pembangunan rumah pompa, penanganan banjir dan normalisasi sungai, penataan kawasan perkotaan, serta pembangunan trotoar di Jalan HR Rasuna Said. Manajemen perseroan dalam laporan hasil paparan publik di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, Senin (8/6/2026), menyatakan bahwa perseroan memperluas penetrasi ke proyek gedung swasta, termasuk sektor sosial.

Di luar proyek pemerintah, JKON membidik peluang dari sektor swasta, mulai dari gedung komersial hingga fasilitas sosial. Salah satu proyek yang tengah dikerjakan adalah pembangunan Rumah Sakit Jantung di Medan, Sumatera Utara. Perseroan juga masih melanjutkan sejumlah proyek di Ibu Kota Nusantara (IKN) dan proyek infrastruktur di Jakarta yang didanai melalui skema pinjaman.

Pergeseran fokus proyek ini tidak terlepas dari dampak efisiensi anggaran yang membuat jumlah proyek infrastruktur pemerintah berkurang drastis. Akibatnya, laba bersih JKON pada 2025 anjlok 40,3 persen menjadi Rp111,21 miliar, dari sebelumnya Rp186,42 miliar pada 2024. Tekanan terbesar berasal dari segmen perdagangan aspal yang dijalankan melalui entitas Jaya Trade, di mana pendapatannya turun signifikan dari sekitar Rp1,58 triliun pada 2024 menjadi Rp1,25 triliun pada 2025.

Sementara itu, segmen konstruksi terpengaruh oleh berkurangnya proyek-proyek kerja sama operasi (KSO) yang sebelumnya mendominasi portofolio perseroan pada 2024, termasuk sejumlah proyek di IKN. Kondisi serupa juga terjadi pada segmen manufaktur beton yang mengalami penurunan pendapatan maupun laba bruto sepanjang tahun lalu.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar