PT Tempo Scan Pacific Tbk (TSPC) memutuskan untuk membagikan dividen tunai total sebesar Rp676,48 miliar kepada para pemegang sahamnya untuk tahun buku 2025. Keputusan ini diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar di Tempo Scan Tower, Jakarta, pada Jumat, 5 Juni 2026. Jumlah tersebut setara dengan 48 persen dari laba bersih perseroan yang tercatat mencapai Rp1,41 triliun.
Dalam proses pengambilan keputusan, hampir seluruh pemegang saham memberikan persetujuan. Sekitar 99,98 persen suara mendukung usulan pembagian dividen, sementara hanya 0,02 persen pemegang saham yang memilih abstain. Adapun besaran dividen per saham ditetapkan sebesar Rp150, yang sudah termasuk dividen interim sebesar Rp100 yang telah dibayarkan pada akhir November 2025.
Manajemen Tempo Scan menjelaskan bahwa dari total dividen yang ditetapkan, masih terdapat tambahan yang akan dikirimkan kepada pemegang saham. "Sehingga akan ada tambahan dividen yang dibagikan kepada pemegang saham perseroan sejumlah Rp50 per saham atau Rp225,49 miliar," ungkap manajemen dalam keterangan resmi yang dikutip pada Rabu, 10 Juni 2026.
Di sisi lain, sisa laba bersih yang tidak dibagikan sebagai dividen akan dialokasikan sebagai saldo laba ditahan. Hingga akhir Desember 2025, saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya mencapai Rp8,52 triliun. Angka ini setara dengan 88 persen dari total ekuitas perseroan yang sebesar Rp9,66 triliun.
Pada penutupan perdagangan Selasa, 9 Juni 2026, harga saham TSPC berada di level Rp2.370 per lembar. Dengan harga tersebut, dividen yield yang ditawarkan mencapai sekitar 2,1 persen untuk sisa dividen dan 6,3 persen untuk keseluruhan dividen tahun buku 2025. Emiten farmasi dan kesehatan ini pun telah menetapkan jadwal penyaluran dividen. Cum dividen di pasar reguler dan negosiasi jatuh pada 15 Juni 2026, diikuti ex dividen pada 17 Juni 2026. Sementara itu, cum dividen di pasar tunai berlaku pada 18 Juni 2026, dengan ex dividen pada 19 Juni 2026. Pembayaran dividen kepada pemegang saham dijadwalkan pada 9 Juli 2026.
Artikel Terkait
IHSG Dibuka Melemah Tipis ke Level 5.744, Mayoritas Sektor Tertekan
Harga Emas Antam Kembali Turun, Buyback Terkoreksi Rp40.000 per Gram
Pabrik Amonia Banggai Kembali Beroperasi Penuh Usai Pemeliharaan Terjadwal
BI Naikkan Suku Bunga Jadi 5,50 Persen dan Beri Insentif Baru untuk Tarik Arus Modal Asing