Di tengah situasi bencana yang memilukan, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri justru menyoroti fenomena lain yang tak kalah mengganggu: para buzzer. Megawati sendiri mengaku pernah merasakan serangan dari mereka. Tapi kali ini, ia tak bisa terima ketika aksi saling hujat masih berlangsung di saat banyak orang menderita.
Ia lantas bercerita tentang pengalamannya mendatangi lokasi bencana, dulu saat masih menjabat sebagai Wakil Presiden hingga Presiden. Ada satu kejadian yang tak pernah ia lupakan.
"Ada orang tersangkut di pohon cemara, itu terlewati oleh kita, mohon maaf kalau sudah jadi jenazah, mulai membusuk, itu ternyata sudah 4 hari saya langsung bilang cepet diangkat, alhamdulillah orang itu masih hidup diberi oleh Allah,"
Kisah itu ia sampaikan dalam Seminar Mitigasi Bencana yang digelar DPP PDIP di Jakarta, Jumat (19/12). Seolah ingin meyakinkan semua yang hadir, Megawati menegaskan,
"Ini saya enggak ngomong bohong wong ke situ,"
Namun begitu, perhatiannya kembali tertuju pada para buzzer. Ia merasa prihatin. Dalam situasi sulit seperti ini, masih saja ada yang sibuk menjelek-jelekan orang lain.
"Ada buzzer, Ibu Mega mau cari nama, kalau ada buzzer ngomong gitu, kamu cari buzzernya siapa, bilang ama dia, kamu punya kemanusiaan apa tidak perikemanusiaan?"
Di sisi lain, Megawati punya pesan khusus untuk kadernya. Ia meminta mereka bekerja dengan ikhlas membantu para korban. Bantu saja, tanpa pamrih.
"Makanya kamu ikhlas, kalau enggak berani, ikhlas, jangan, mundur-mundur,"
Pesan itu sederhana, tapi tegas. Baginya, momentum bencana adalah ujian nyata bagi rasa kemanusiaan, jauh lebih penting dari segala kegaduhan di dunia maya.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Titip Pesan ke Jemaah Haji: Semoga Pulang Jadi Haji Mabrur
Polisi Bekuk Suami di Mojokerto yang Aniaya Istri dan Mertua hingga Tewas, Pelaku Ditangkap di Surabaya
Anies Baswedan: Guru yang Beri Inspirasi dan Nilai Tak Tergantikan oleh AI
Pemkot Brebes Ancam Pecat ASN yang Bolos 12 Hari Tanpa Keterangan