Bajak Laut Somalia Gunakan Kapal Dhow UEA yang Dibajak sebagai Kapal Induk untuk Serang Kapal Lain

- Kamis, 07 Mei 2026 | 03:40 WIB
Bajak Laut Somalia Gunakan Kapal Dhow UEA yang Dibajak sebagai Kapal Induk untuk Serang Kapal Lain

Sebuah kapal dhow milik Uni Emirat Arab (UEA) yang mengangkut muatan lemon menjadi sasaran pembajakan di perairan Somalia. Kelompok bersenjata tidak hanya merampas kapal tersebut, tetapi juga menggunakannya sebagai kapal induk untuk melancarkan serangan terhadap kapal-kapal lain yang melintas.

Hingga saat ini, belum ada kejelasan mengenai nasib awak kapal Fahad-4 yang dibajak pada akhir April lalu. Berdasarkan laporan dari AFP pada Rabu (6/5/2026), kapal tersebut berangkat dari Mogadishu dengan membawa muatan jeruk sebelum akhirnya dikuasai oleh kelompok yang beranggotakan 11 orang.

Menurut pejabat keamanan di wilayah Puntland, para pelaku memulai aksinya dari daerah dekat pelabuhan Garacad, yang berjarak sekitar 600 kilometer di utara ibu kota Somalia, Mogadishu. Setelah menguasai kapal dhow tersebut, mereka berlayar di perairan Somalia dan menjadikan kapal itu sebagai kapal induk untuk mencoba menyerang kapal lain, demikian disampaikan salah satu sumber kepada AFP.

Namun, rencana tersebut tidak berjalan mulus. Para bajak laut akhirnya meninggalkan kapal pada 4 Mei karena persediaan logistik mereka menipis. Seorang pejabat lain mengungkapkan bahwa mereka tidak mampu lagi menyerang kapal lain akibat meningkatnya kewaspadaan dari kapal-kapal yang melintasi perairan Somalia dalam beberapa pekan terakhir.

Sementara itu, sejumlah kapal lain yang dibajak dalam periode yang sama masih berada dalam kendali para perompak. Berdasarkan data pemantau maritim, kapal tanker Honour 25 berbendera Barbados telah disita pada 21 April di lepas pantai Puntland. Beberapa hari kemudian, tepatnya pada 26 April, kapal M/V Sward berbendera Suriah juga menjadi korban di lokasi yang lebih jauh dari pesisir Somalia.

Di Teluk Aden, para bajak laut juga menguasai kapal tanker bahan bakar Eureka berbendera Togo di lepas pantai Yaman, sebelum kemudian mengarahkannya ke perairan Somalia. Dalam buletin terbaru, Maritime Security Centre Indian Ocean yang terafiliasi dengan pasukan angkatan laut Eropa di Tanduk Afrika menyatakan bahwa hampir dapat dipastikan Fahad-4 terlibat dalam upaya serangan yang gagal terhadap kapal tanker Malta M/V Minerva Pisces pada 28 April.

Dalam insiden tersebut, sebuah kapal dhow terlihat mendekati kapal tanker. Namun, kelompok yang hendak naik ke kapal membatalkan aksinya setelah tim keamanan muncul dengan senjata. Hingga berita ini diturunkan, otoritas Somalia belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar terkait nasib kapal Fahad-4.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar