Saddil Ramdani Belajar Taktik dan Mentalitas dari Piala Dunia 2026

- Sabtu, 20 Juni 2026 | 03:40 WIB
Saddil Ramdani Belajar Taktik dan Mentalitas dari Piala Dunia 2026

Pemain sayap Persib Bandung, Saddil Ramdani, mengaku tidak hanya menikmati setiap pertandingan Piala Dunia 2026 yang tengah berlangsung, tetapi juga memetik berbagai pelajaran berharga dari ajang sepak bola terbesar di dunia tersebut. Baginya, momen ini menjadi kesempatan untuk memperdalam wawasan taktik dan mentalitas permainan dari tim-tim terbaik dunia.

Saddil mengungkapkan kekagumannya terhadap tim-tim yang berani mengambil inisiatif serangan dan bermain secara kolektif. Ia secara khusus menyoroti gaya permainan Jerman, Argentina, dan Spanyol yang dinilainya memiliki kualitas membangun serangan yang patut dipelajari. Menurutnya, pengamatan terhadap pertandingan-pertandingan tersebut memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang strategi di level tertinggi.

“Soal Piala Dunia, saya sebenarnya menikmati semua pertandingan. Saya suka tim-tim yang bermain kolektif dan berani menyerang. Yang terpenting bagi saya adalah melihat pertandingan yang berkualitas dan bisa jadi pembelajaran juga buat pemain,” kata Saddil, Sabtu (20/6/2026).

Di sisi lain, ia juga mengamati bahwa setiap tim memiliki karakter permainan yang unik. Saddil mencatat, tim-tim yang mengandalkan serangan balik kerap mampu menyulitkan negara-negara besar. Contohnya, Kongo yang berhasil menahan imbang Portugal, atau Tanjung Verde yang membuat frustrasi Spanyol. Fenomena ini, menurutnya, membuktikan bahwa taktik yang tepat dapat menciptakan kejutan.

“Saya menonton tim-tim lain karena setiap negara punya karakter permainan yang berbeda. Dari situ kita bisa belajar banyak, baik dari sisi taktik maupun mentalitas pemain,” tuturnya.

Sementara itu, di tengah libur kompetisi, Saddil memanfaatkan waktu untuk berkumpul bersama keluarga. Namun, ia tidak melupakan tanggung jawabnya sebagai atlet profesional. Ia tetap menjaga kebugaran fisik dengan latihan ringan agar kondisi tubuhnya tidak menurun drastis saat pramusim dimulai.

“Saat libur panjang, biasanya saya lebih banyak menghabiskan waktu bersama keluarga dan orang-orang terdekat. Selain itu, saya juga tetap menjaga kondisi fisik dengan latihan ringan supaya saat kembali ke tim tidak memulai dari nol lagi,” ujarnya.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar