Produk Herbal Indonesia Tembus Pasar Arab Saudi dengan Nilai Kontrak Perdana Rp2,5 Miliar

- Sabtu, 20 Juni 2026 | 04:15 WIB
Produk Herbal Indonesia Tembus Pasar Arab Saudi dengan Nilai Kontrak Perdana Rp2,5 Miliar

Produk herbal asal Indonesia berhasil menembus pasar Arab Saudi melalui kesepakatan pengiriman perdana senilai Rp2,5 miliar. Nilai transaksi tersebut tertuang dalam penandatanganan Surat Perjanjian Kerja Sama antara PT Dami Sariwana, perusahaan asal Indonesia, dengan mitranya, Al Itholah Trading, yang berbasis di Arab Saudi.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, MURIANETWORK.COMini Puntodewi, menyatakan bahwa pencapaian ini menjadi bukti nyata besarnya potensi produk herbal Indonesia di pasar global. Menurutnya, keberhasilan tersebut lahir dari sinergi antara pelaku usaha, pemerintah, serta perwakilan perdagangan Republik Indonesia di luar negeri dalam membuka akses pasar.

“Keberhasilan ini merupakan hasil sinergi pelaku usaha, Kemendag, dan perwakilan perdagangan RI di luar negeri dalam membuka akses pasar. Kami berharap, kesepakatan pengiriman perdana ini membuka lebar kesempatan peningkatan ekspor produk herbal Indonesia ke Timur Tengah,” ujar Puntodewi dalam keterangan tertulis, Jumat (19/6/2026).

Cakupan kerja sama dagang dengan Al Itholah Trading mencakup tiga jenis produk herbal unggulan, yakni suplemen vitalitas pria, suplemen penurun gula darah, serta produk pelangsing tubuh. Pada tahap awal, pengiriman perdana akan dilakukan sebanyak satu kontainer yang dijadwalkan berangkat pada Juli mendatang, setelah memenuhi standar otoritas pangan dan obat-obatan setempat, yaitu Saudi Food and Drug Authority (SFDA).

Kepala Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Jeddah, Bagas Haryotejo, mengungkapkan bahwa meningkatnya tren gaya hidup sehat di Arab Saudi menjadi katalis positif bagi masuknya produk herbal Indonesia. Untuk menjaga keberlanjutan bisnis, ITPC Jeddah menerapkan langkah preventif berupa verifikasi mendalam terhadap kredibilitas importir produk herbal Indonesia di Arab Saudi sebelum penandatanganan kerja sama dilakukan.

“Langkah preventif ini penting untuk memastikan kredibilitas mitra usaha dan memberikan rasa aman bagi eksportir Indonesia. Kami berkomitmen mengawal proses ini agar pengiriman perdana PT Dami Sariwana berjalan lancar. Terlebih, mitra di Arab Saudi sudah berkomitmen memesan lanjutan jika produk ini diterima dengan baik,” ujar Bagas.

Pemilik Al Itholah Trading, Nassrudin, menilai produk herbal Indonesia memiliki kualitas yang baik dan berpotensi diterima oleh pasar yang lebih luas di kawasan Timur Tengah. Ia menegaskan bahwa target pasar perusahaannya tidak hanya terbatas di Arab Saudi, melainkan akan diperluas hingga ke Sudan.

“Target pasar kami tidak hanya terbatas di Arab Saudi saja, melainkan akan kami perluas hingga ke Sudan. Sebagai bentuk keseriusan, saat ini kami bahkan telah menyiapkan area pemajangan untuk produk-produk PT Dami Sariwana di jaringan outlet kami agar dapat langsung menarik perhatian konsumen,” ujarnya.

Kerja sama ini diharapkan dapat memperkuat tren positif perdagangan kedua negara, khususnya di sektor nonmigas. Pada periode Januari hingga April 2026, total perdagangan nonmigas Indonesia-Arab Saudi tercatat sebesar USD1,02 miliar. Ekspor nonmigas Indonesia ke Arab Saudi mencapai USD675,80 juta, sementara impor nonmigas dari Arab Saudi sebesar USD345,90 juta. Dengan demikian, Indonesia mencatatkan surplus nonmigas terhadap Arab Saudi sebesar USD329,90 juta.

Sementara itu, sepanjang tahun 2025, total perdagangan nonmigas kedua negara mencapai USD3,94 miliar. Ekspor nonmigas Indonesia ke Arab Saudi mendominasi dengan nilai USD2,88 miliar, dibandingkan impor nonmigas dari Arab Saudi yang sebesar USD1,06 miliar. Indonesia pun berhasil membukukan surplus nonmigas sebesar USD1,82 miliar terhadap Arab Saudi pada tahun tersebut.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar