Gibran Pastikan Makan Bergizi Gratis Berlanjut, Buka Peluang Libatkan Pesantren hingga Ibu PKK

- Jumat, 19 Juni 2026 | 12:45 WIB
Gibran Pastikan Makan Bergizi Gratis Berlanjut, Buka Peluang Libatkan Pesantren hingga Ibu PKK

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan terus berjalan dan dievaluasi secara berkala. Ia membuka peluang pelibatan berbagai elemen masyarakat, mulai dari pesantren hingga ibu-ibu PKK, dalam upaya penyempurnaan program tersebut.

“Ya, itu saya kira bagus sekali. Bukan hanya kantin sekolah ya. Mungkin bisa melibatkan pesantren, melibatkan gereja, melibatkan SMK Tata Boga, melibatkan Ibu-ibu PKK, melibatkan orang tua murid, semua bisa dilibatkan,” kata Gibran usai meninjau langsung kesiapan program MBG di SD Wolomoni, Kecamatan Detusoko, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, pada Kamis, 18 Juni 2026.

Menurut Gibran, keterlibatan banyak pihak dalam pelaksanaan MBG dinilai akan memperbaiki kualitas program, terutama dari sisi menu yang disesuaikan dengan kebutuhan anak-anak. “Semakin banyak melibatkan orang, terutama tadi ya, orang tua murid. Karena tadi yang saya undang adalah orang tua murid, itu nanti ke depan saya yakin pelaksanaannya akan lebih baik,” tambah Wapres.

Dalam kunjungannya, Gibran berdialog langsung dengan para guru dan orang tua murid. Dari hasil serap aspirasi tersebut, ia menegaskan kehadiran program MBG memberikan dampak nyata dan positif bagi anak-anak di daerah pelosok.

Sementara itu, Wakil Presiden Gibran Rakabuming melakukan kunjungan kerja ke NTT, Gorontalo, Papua Barat, Papua Tengah, dan Papua Selatan pada 18–21 Juni 2026. Wapres didampingi lima mahasiswa yang berasal dari lima kampus Indonesia, yakni Universitas Pelita Harapan, Universitas Indonesia, Universitas Sanatha Dharma, Institut Seni Budaya Indonesia, dan Universitas Soedirman.

Turut mendampingi Wapres dalam kunjungan kerja ini, Plt. Sekretaris Wakil Presiden Al Muktabar, serta Staf Khusus Wakil Presiden Nicolaus T.B. Harjanto. Gibran juga didampingi oleh Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar