Polisi masih menyelidiki penyebab kecelakaan angkutan kota yang membawa rombongan pelajar SMP di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, pada Kamis, 18 Juni 2026. Insiden tersebut mengakibatkan belasan siswa mengalami luka-luka setelah kendaraan yang mereka tumpangi terguling di jalan nasional.
Para siswa yang terjebak di dalam kabin berusaha menyelamatkan diri dengan merangkak keluar melalui kaca jendela yang pecah. Sebagian dari mereka mengalami luka akibat benturan dan serpihan kaca saat kendaraan oleng dan terhempas ke pinggir jalan.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun di lapangan, kecelakaan bermula saat angkot yang ditumpangi 17 siswa Kelas VII A SMP Negeri 1 Tanjungsari hendak pulang ke arah Tanjungsari. Mereka baru saja selesai menonton film di Jatinangor Town Square (Jatos).
Saat melintasi tikungan tajam, kendaraan umum tersebut mendadak oleng dan tidak stabil. Sopir gagal mengendalikan setir hingga akhirnya angkot terguling dengan posisi roda di atas di tepi jalan nasional.
Rombongan siswa sebenarnya menggunakan dua unit angkot terpisah untuk perjalanan pulang. Angkot yang membawa kelompok siswa perempuan melaju dengan aman dan selamat. Namun, angkot yang mengangkut kelompok siswa laki-laki mengalami musibah tersebut.
Melihat mobil terguling dan mendengar teriakan histeris dari dalam kendaraan, warga setempat bersama para pengendara yang melintas langsung menghentikan kendaraan. Mereka bahu-membahu memberikan pertolongan darurat untuk mengeluarkan belasan anak sekolah yang terjepit di dalam kabin.
"Kami habis nonton dari Jatos mau pulang ke Tanjungsari. Pas di jalan tikungan, sopirnya bawa mobilnya kencang terus tiba-tiba oleng. Langsung kebalik mobilnya," ungkap salah satu siswa yang selamat, Wildan, Kamis (18/6/2026).
Kabar kecelakaan ini membuat pihak sekolah terpukul. Wali Kelas VII A SMPN 1 Tanjungsari, Nia, mengaku sangat terkejut. Sebelum melepas keberangkatan anak didiknya, ia sudah menaruh perhatian lebih terhadap faktor keselamatan di jalan raya.
"Sebelum mereka berangkat, saya titip anak-anak supaya diantarkan dengan aman sampai tujuan. Ternyata malah ada kejadian seperti ini," tutur Nia.
Akibat kecelakaan tunggal ini, sejumlah siswa yang mengalami luka-luka bersama sopir angkot langsung dievakuasi ke Puskesmas Jatinangor untuk mendapatkan penanganan medis intensif. Polisi masih mendalami penyebab pasti insiden tersebut.
Artikel Terkait
Dishub Siapkan Rekayasa Lalu Lintas dan 8 Rute Alternatif untuk Haul Akbar Ulama di Monas
Bus Tiara Mas Tabrak Truk Tangki di Tol Pasuruan-Probolinggo, Satu Tewas dan Lima Luka-Luka
Gubernur Banten dan Menteri P2MI Teken MoU Perlindungan Pekerja Migran
Tiga Wasit Wanita Pimpin Laga Perdana Piala Dunia 2026, Cetak Sejarah Baru di Sepak Bola Putra