Bank Amar Cetak Laba Tertinggi Sepanjang Sejarah, Bagikan Dividen Rp110,1 Miliar

- Jumat, 19 Juni 2026 | 01:30 WIB
Bank Amar Cetak Laba Tertinggi Sepanjang Sejarah, Bagikan Dividen Rp110,1 Miliar

Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Bank Amar Indonesia Tbk (AMAR) memutuskan untuk membagikan dividen tunai senilai Rp110,1 miliar, atau setara Rp6,11 per lembar saham, sebagai bentuk apresiasi kepada para pemegang saham atas kinerja perseroan yang gemilang.

Keputusan tersebut diambil setelah perseroan berhasil mencatatkan laba bersih tertinggi sepanjang sejarah pada kuartal pertama tahun ini. Saham AMAR pun ditutup pada level Rp195 per saham pada Kamis (18/6/2026), yang menjadikan dividen yield sekitar 3,13 persen.

Bank digital yang fokus pada segmen ritel dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) ini mengantongi laba bersih sebesar Rp71,12 miliar dalam tiga bulan pertama 2026. Pencapaian itu disebut sebagai rekor baru dalam perjalanan bisnis perseroan.

“Capaian laba tertinggi sepanjang masa ini membuktikan efisiensi operasional dan efektivitas manajemen modal kami, tercermin dari rasio CAR yang kuat di level 99,17 persen. Lonjakan DPK sebesar 115,46 persen YoY juga berhasil mengoptimalkan biaya dana kami,” ujar SVP Finance Amar Bank, David Wirawan, dalam keterangan resmi pada Kamis (18/6/2026).

Ia menambahkan, ke depan perseroan akan fokus menjaga pertumbuhan laba yang sehat dan konsisten guna memastikan fondasi keuangan yang kuat, sehingga pembagian dividen yang berkelanjutan bagi pemegang saham dapat terus diwujudkan.

Lonjakan profitabilitas Amar Bank ditopang oleh agresivitas penyaluran kredit bruto yang tumbuh 30,62 persen secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi Rp4,16 triliun. Laju ekspansi pembiayaan itu diklaim melampaui rata-rata pertumbuhan industri perbankan nasional.

Seiring dengan itu, total aset perseroan ikut terkerek naik 34,72 persen YoY menjadi Rp6,93 triliun. Pertumbuhan pendapatan yang solid juga didorong oleh perluasan pangsa pasar di segmen dengan imbal hasil tinggi (high-yielding).

Pendapatan operasional naik 13,82 persen YoY menjadi Rp527,76 miliar, sementara pendapatan bunga bersih (NII) tumbuh 15,58 persen YoY menyentuh Rp370,20 miliar. Di sisi lain, laju penyaluran kredit tetap dijalankan secara pruden, tecermin dari rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) net yang turun ke level 0,86 persen dari posisi Maret tahun lalu sebesar 1,48 persen.

Direktur Utama Amar Bank, Vishal Tulsian, mengatakan pencapaian positif di kuartal pertama 2026 ini merupakan bukti konsistensi strategi perseroan dalam menghadirkan solusi keuangan digital bagi segmen ritel dan UMKM.

“Pertumbuhan kredit kami yang berhasil melampaui rata-rata industri menunjukkan besarnya kepercayaan masyarakat terhadap solusi keuangan digital yang kami hadirkan. Momentum positif ini memotivasi kami untuk terus berinovasi dan tumbuh secara berkelanjutan, sekaligus memastikan bahwa setiap pencapaian membawa dampak nyata bagi inklusi keuangan di Indonesia,” kata Vishal.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar