MPIX Akuisisi 60% Saham Mobile Coin Asia Senilai Rp28,7 Miliar untuk Masuk Bisnis Jasa Pembayaran

- Jumat, 19 Juni 2026 | 11:20 WIB
MPIX Akuisisi 60% Saham Mobile Coin Asia Senilai Rp28,7 Miliar untuk Masuk Bisnis Jasa Pembayaran

PT Mitra Pedagang Indonesia Tbk (MPIX) bersiap mengakuisisi mayoritas saham PT Mobile Coin Asia (MCA) sebagai langkah strategis masuk ke bisnis Penyedia Jasa Pembayaran (PJP). Langkah ini menjadi bagian dari ekspansi perseroan untuk memperkuat lini bisnis di sektor keuangan digital.

Dalam rencana tersebut, MPIX akan mengambil alih 60 persen saham MCA dengan nilai transaksi mencapai Rp28,7 miliar. Angka itu mencerminkan valuasi perusahaan sasaran sebesar Rp47,8 miliar. Sumber dana akuisisi berasal dari kas internal sebesar Rp6,93 miliar dan piutang senilai Rp21,8 miliar.

Sebagai tindak lanjut, perseroan akan menambahkan satu bidang usaha baru, yaitu industri PJP dengan kode KBLI 66141, sesuai dengan klasifikasi baku lapangan usaha Indonesia 2025. Manajemen MPIX dalam keterbukaan informasi pada Jumat (19/6/2026) menyatakan bahwa kegiatan usaha baru itu dijadwalkan mulai beroperasi pada Juli 2026.

MCA merupakan perusahaan yang bergerak di bidang penyelenggaraan jasa pembayaran. Perusahaan ini menawarkan solusi pembayaran digital terintegrasi yang mencakup empat pilar layanan: transfer dana, remitansi, PJP1 dan QRIS, serta ekosistem dompet digital.

Hingga 31 Desember 2025, komposisi kepemilikan saham MCA terdiri dari PT Nusantara Artha Milenium sebesar 99,97 persen dan Hendro Santoso sebesar 0,03 persen. Modal ditempatkan dan disetor perusahaan tercatat sebesar Rp3 miliar, dengan Rorian Pratyaksa menjabat sebagai komisaris.

Sepanjang tahun 2025, MCA membukukan pendapatan sebesar Rp2,3 miliar, atau turun 17 persen dibandingkan periode sebelumnya yang mencapai Rp2,8 miliar. Meskipun demikian, perusahaan mencatat perbaikan kinerja dari sisi laba rugi. Pada 2025, MCA mengalami rugi sebesar Rp256 juta, jauh lebih baik dibandingkan rugi Rp1,9 miliar pada 2024. Hingga akhir tahun lalu, aset perusahaan tercatat Rp1,9 miliar dengan liabilitas Rp600 juta.

Manajemen MPIX menjelaskan bahwa keputusan masuk ke industri jasa pembayaran didorong oleh pertumbuhan positif yang konsisten serta lingkungan industri yang kondusif. Perseroan juga memiliki ekosistem lebih dari 700 ribu merchant aktif yang dapat dimanfaatkan secara langsung untuk mendukung bisnis baru ini.

Di sisi lain, model bisnis MPIX yang selama ini menggunakan pembayaran dari payment gateway hingga penyelesaian dana, kini dapat dilakukan secara mandiri tanpa melibatkan pihak ketiga. MCA juga telah memiliki Tanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik (TD PSE) serta rekam jejak operasional yang teruji dalam mengelola puluhan ribu transaksi harian.

Bagi perseroan, kehadiran MCA diharapkan mampu memperkuat kinerja, terutama dari sisi profitabilitas. Margin laba kotor bisnis PJP rata-rata mencapai 77 persen, jauh lebih tinggi dibandingkan bisnis inti MPIX yang berkisar antara 2 hingga 4 persen. Dengan demikian, akuisisi ini diyakini dapat memberikan kontribusi positif terhadap laba konsolidasi MPIX ke depannya.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Tags