Sedikitnya 44 orang tewas setelah sebuah kapal feri penumpang milik pemerintah terbalik di Danau Kariba, Zimbabwe, akibat cuaca buruk. Insiden ini menjadi salah satu bencana kapal penumpang terburuk yang pernah tercatat di danau yang membentang di perbatasan dengan Zambia itu.
Kapal yang dioperasikan oleh Badan Pengembangan Infrastruktur Pedesaan (RIDA) itu tenggelam pada Selasa (11/8) saat mengangkut warga dari kota Kariba menuju pulau-pulau dan desa nelayan di sekitar danau buatan terbesar di dunia tersebut. Menurut Unit Perlindungan Sipil (CPU), 77 orang berhasil diselamatkan, sementara 15 jenazah telah dievakuasi dari kapal yang terbalik sepenuhnya.
Kepolisian Zimbabwe (ZRP) memperbarui jumlah korban melalui akun resminya di platform X pada Rabu (12/8) siang. "ZRP menginformasikan kepada publik bahwa jumlah korban tewas dalam kecelakaan kapal RIDA di Kariba kini mencapai 44 orang," tulis ZRP.
Seorang saksi mata mengatakan jenazah terlihat mengapung di air saat tim penyelamat berupaya menjangkau kapal yang telah terbalik. Kapal tersebut merupakan sarana transportasi vital bagi penduduk desa dan pedagang yang mengandalkannya untuk menuju pusat kegiatan ekonomi di Kariba.
Seorang penumpang wanita yang selamat menuturkan bahwa para penumpang sempat meminta pengemudi untuk berbalik arah karena ombak semakin kuat dan air mulai masuk ke kapal. Namun, permintaan itu ditolak. "Kami terus melanjutkan perjalanan meski ada air di dalam kapal, sementara ombak semakin kuat dan mengguncang kapal. Kami memohon kepadanya untuk menghubungi kapten, namun ia mengatakan bahwa kami tidak berhak mendikte apa yang harus dilakukannya," katanya.
Artikel Terkait
Zimbabwe Tangkap Pria yang Diduga Merekrut Warga untuk Bertempur demi Rusia