Kepolisian kontraterorisme Zimbabwe menangkap dan mendakwa seorang pria karena merekrut lima orang untuk bergabung dengan tentara Rusia. Tersangka berusia 36 tahun itu ditangkap saat mengantar salah satu rekrutan ke terminal bus di Harare, dalam perjalanan menuju Rusia melalui Afrika Selatan.
Menurut dokumen pengadilan, polisi menemukan pria itu membawa e-visa Rusia dan konfirmasi pemesanan hotel bagi para rekrutan yang "akan dipaksa untuk bertempur dalam konflik bersenjata" antara Rusia dan Ukraina. Sejumlah investigasi sebelumnya mengungkap bagaimana Rusia memikat pria dari negara-negara Afrika dengan janji pekerjaan bergaji tinggi, namun kemudian memaksa mereka bertempur di garis depan Ukraina.
Seorang warga negara Rusia yang hanya diidentifikasi sebagai "Roman", yang diduga sebagai kaki tangannya, masih buron, kata polisi.
Pada pertengahan Februari, kolektif All Eyes on Wagner mempublikasikan nama lebih dari 1.400 orang Afrika yang menurut mereka telah direkrut oleh Moskow antara Januari 2023 hingga September 2025 untuk bertempur di Ukraina, seraya menambahkan bahwa lebih dari 300 orang di antaranya telah tewas. Ukraina mengatakan pada bulan tersebut bahwa mereka telah mengidentifikasi lebih dari 1.780 warga negara dari 36 negara Afrika yang bertempur di barisan Rusia.
Pada bulan Maret, Zimbabwe mengatakan 15 warganya telah tewas di "medan perang asing", tanpa merinci di mana atau untuk pihak mana mereka bertempur.
Artikel Terkait
Pemkot Kupang Bantah Mitos NIB Picu Pajak, Dorong Pelaku Usaha Urus Legalitas
Lima Calon Manajer Kopdes Meninggal, Pigai Desak Evaluasi dan Penegakan Hukum
Ditinggal Panda Ikonik, Kota Shirahama Jepang Berbenah Tarik Wisatawan
Gempa M 2,5 Guncang Aceh Barat Daya, Pusat di Darat