Kota Shirahama di Prefektur Wakayama, Jepang, berupaya memulihkan sektor pariwisata setelah kehilangan empat panda raksasa ikoniknya yang dikembalikan ke Tiongkok pada akhir Juni 2025. Panda-panda betina Rauhin beserta anak-anaknya Yuihin, Saihin, dan Fuhin meninggalkan taman hiburan Adventure World berdasarkan program penelitian perkembangbiakan bersama yang telah berjalan sejak 1994.
Meskipun kepergian panda langsung berdampak pada penurunan jumlah pengunjung keluarga, kota ini mencatat adanya peningkatan wisatawan pada Agustus 2025. Data prefektur menunjukkan total wisatawan sepanjang tahun 2025 justru naik 2,8 persen dibanding tahun sebelumnya. Seorang pejabat asosiasi pariwisata setempat yang tidak disebutkan namanya mengatakan bahwa Shirahama memiliki sumber daya pariwisata lain yang kuat, seperti pemandian air panas yang terus menarik pengunjung berulang.
Adventure World sendiri tidak tinggal diam. Fasilitas itu berupaya memaksimalkan daya tarik hewan lain seperti singa, gajah, harimau, lumba-lumba, dan penguin. Salah satu inovasi yang diperkenalkan adalah pengalaman melihat penguin dari sudut pandang penguin menggunakan sofa beanbag. Selain itu, taman ini memiliki sepuluh kafe yang memungkinkan pengunjung melihat satwa dari dekat, serta menawarkan kupon kerja sama dengan restoran lokal sebuah ide yang menurut anggota staf belum pernah ada sebelumnya.
Selama tiga dekade terakhir, Adventure World berhasil membesarkan 17 anak panda, jumlah terbanyak di luar Tiongkok. Namun, praktik diplomasi panda yang selama ini menjadi daya tarik utama kini dihadapkan pada ketegangan hubungan Jepang-Tiongkok terkait sengketa Taiwan. Saat ini belum ada rencana pengembalian panda ke Jepang, dan para ahli menilai daerah yang dulu menjadi habitat panda perlu mencari cara baru untuk menarik pengunjung.
Profesor Hirokazu Kobayashi dari Universitas Kokugakuin menilai bahwa ketergantungan pada panda bersifat sementara dan dampak kebijakan yang terlalu bergantung pada daya tarik wisata cepat hanya memberikan hasil terbatas dalam jangka panjang. Menurutnya, Shirahama selalu memiliki lebih banyak hal untuk ditawarkan. "Mereka perlu melihat kekuatan yang mereka miliki yang berpotensi membuat wisatawan terus datang kembali berulang kali," ujarnya.
Artikel Terkait
Brasil Bangkit dari Ketertinggalan, Taklukkan Jepang 2-1
Pemerintah Buka Program Magang Nasional 2026, Targetkan 150 Ribu Peserta
Pemkot Kupang Bantah Mitos NIB Picu Pajak, Dorong Pelaku Usaha Urus Legalitas
Lima Calon Manajer Kopdes Meninggal, Pigai Desak Evaluasi dan Penegakan Hukum