Menhub Pastikan Evakuasi Korban Tabrakan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur Dipercepat

- Selasa, 28 April 2026 | 01:45 WIB
Menhub Pastikan Evakuasi Korban Tabrakan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur Dipercepat

Jakarta Malam itu, Senin, 27 April 2026, suasana di Stasiun Bekasi Timur mendadak mencekam. Tabrakan terjadi antara KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek. Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, langsung angkat bicara. Ia memastikan proses evakuasi dipercepat, dengan prioritas utama pada keselamatan korban.

"Kemenhub memastikan evakuasi dilakukan secara cepat dengan mengutamakan keselamatan korban terdampak," ujar Dudy dalam pernyataannya di Jakarta, Selasa, 28 April 2026. Ia tampak serius saat menyampaikan hal itu.

Dudy bahkan meninjau langsung lokasi kejadian. Ia ingin melihat sendiri bagaimana proses evakuasi berjalan. Menurutnya, pendataan jumlah korban masih terus dilakukan. Belum ada angka pasti yang bisa diumumkan saat itu.

Di sisi lain, Kemenhub juga terus berkoordinasi dengan berbagai pihak. Koordinasi ini dilakukan secara intensif, agar proses evakuasi bisa berjalan optimal sesuai perkembangan di lapangan. Tidak hanya itu, Dudy juga menegaskan dukungannya terhadap investigasi.

"Selain itu, Kemenhub juga mendukung langkah-langkah investigasi dari KNKT dan pihak terkait guna mendalami penyebab insiden tersebut," katanya. Nada bicaranya tegas, seolah ingin memastikan tidak ada yang ditutup-tutupi.

Sementara itu, PT Kereta Api Indonesia (KAI) sudah menyampaikan permohonan maaf. Mereka minta maaf kepada seluruh pelanggan atas insiden ini. KAI menyatakan, semua upaya kini difokuskan pada evakuasi penumpang dan awak sarana. Penanganan korban di lokasi kejadian juga jadi prioritas, dengan keselamatan sebagai yang utama.

Menurut sejumlah saksi, kronologi kejadiannya begini: KRL Commuter Line yang menuju arah timur sedang berhenti di Stasiun Bekasi Timur. Saat itulah, dari arah barat, KA Argo Bromo Anggrek melaju di jalur yang sama dan menabrak dari belakang. Suara benturan keras terdengar, membuat panik semua orang yang ada di stasiun.

Akibat tabrakan ini, empat penumpang dilaporkan meninggal dunia. Puluhan lainnya mengalami luka-luka. Angka ini masih bisa berubah, karena proses identifikasi dan pendataan masih berlangsung.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar