Polisi Selidiki Pembunuhan Disertai Perampokan di Cirebon, Perhiasan Emas Korban Raib

- Kamis, 11 Juni 2026 | 00:45 WIB
Polisi Selidiki Pembunuhan Disertai Perampokan di Cirebon, Perhiasan Emas Korban Raib

Polisi masih menyelidiki kasus pembunuhan yang disertai perampokan di Desa Jagapura Kidul, Kecamatan Gegesik, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, yang menewaskan seorang perempuan bernama Nursaini (47). Peristiwa tragis itu terjadi pada Rabu, 10 Juni 2026, dan dugaan aksi perampokan mengemuka setelah sejumlah perhiasan emas milik korban diketahui raib dari tempat penyimpanannya.

Jasad korban pertama kali ditemukan oleh adik kandungnya dalam kondisi bersimbah darah. Dari hasil pemeriksaan awal, korban mengalami luka bacokan senjata tajam di bagian kepala serta bekas cekikan di leher. Suami korban yang mendapat kabar duka dari seorang rekan langsung histeris di lokasi kejadian, tak percaya bahwa istrinya meninggal dengan cara yang sangat tragis.

Sementara itu, Kasi Pemerintahan Desa Jagapura Kidul, Ismanto, membenarkan adanya peristiwa mengerikan yang menimpa warganya tersebut. Kasus ini pun segera dilaporkan ke pihak kepolisian setempat untuk ditindaklanjuti.

Petugas Inafis Satreskrim Polresta Cirebon bersama Polsek Gegesik yang tiba di lokasi langsung memasang garis polisi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Mereka memeriksa secara detail kamar yang menjadi lokasi penemuan jasad korban untuk mencari jejak yang ditinggalkan pelaku.

Kasat Reskrim Polresta Cirebon, Kompol I Putu Ika Prabawa, mengatakan bahwa pihaknya masih menyelidiki kasus dugaan pembunuhan berencana yang disertai pencurian dengan kekerasan.

“Tim penyidik juga sudah meminta keterangan dari sejumlah saksi, termasuk adik korban yang pertama kali menemukan jasad Nursaini,” ujarnya.

Guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut dan mengetahui penyebab pasti kematiannya, jasad korban langsung dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Losarang, Indramayu, untuk dilakukan autopsi. Hingga saat ini, kepolisian masih terus melakukan pengejaran terhadap pelaku yang identitasnya masih dalam penyelidikan.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar