Pendapatan Blibli Tembus Rp14,8 Triliun pada Semester I 2026, Tumbuh 55 Persen

- Kamis, 30 Juli 2026 | 22:40 WIB
Pendapatan Blibli Tembus Rp14,8 Triliun pada Semester I 2026, Tumbuh 55 Persen

PT Global Digital Niaga Tbk (BELI) mencatat pendapatan neto sebesar Rp14,8 triliun pada semester I 2026, melonjak 55 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp9,6 triliun. Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan take rate dari 8,6 persen menjadi 9 persen, terutama dari segmen ritel first-party (1P) dan third-party (3P).

Laba bruto sebelum diskon (GPBD) perseroan tumbuh 17 persen. Segmen ritel 1P yang dijalankan melalui platform B2C daring mencatat GPBD Rp1,02 triliun, naik 44 persen, berkat penjualan produk margin tinggi seperti elektronik, olahraga, dan gaya hidup. Sementara segmen ritel 3P mencatat GPBD Rp1,46 triliun, tumbuh 3 persen secara tahunan, didorong kontribusi kategori pengalaman serta optimalisasi harga dan monetisasi pendapatan tambahan dari usaha OTA.

CEO & Co-Founder BELI Kusumo Martanto mengatakan kinerja ini menunjukkan ketangguhan ekosistem omnichannel terintegrasi dan konsistensi strategi jangka panjang perseroan.

"Di tengah pola belanja konsumen yang semakin selektif dan persaingan pasar yang ketat, kami berhasil mencatatkan pertumbuhan pendapatan yang sehat sekaligus terus meningkatkan profitabilitas. Kemajuan ini mencerminkan fokus kami pada pertumbuhan yang berkualitas, investasi yang disiplin, dan keunggulan operasional, alih-alih mengejar pertumbuhan dengan segala cara," ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (30/7/2026).

Kusumo menambahkan, kinerja BELI didukung kontribusi berimbang dari seluruh ekosistem. Segmen perdagangan B2C mempertahankan momentum solid berkat penawaran produk terdiferensiasi, komposisi kategori lebih berkualitas, dan pengembangan kapabilitas omnichannel berkelanjutan.

"Secara keseluruhan, berbagai kapabilitas tersebut semakin memperkuat proposisi nilai unik dari ekosistem Blibli Tiket. Keunggulan kompetitif kami tidak bertumpu pada satu platform atau aset tertentu, melainkan pada integrasi merek tepercaya, teknologi, logistik, titik interaksi fisik, hubungan pelanggan, serta data ekosistem. Kombinasi ini telah dikembangkan secara bertahap dan sulit direplikasi dalam skala besar. Kami tetap berkomitmen memperkuat keunggulan tersebut melalui peningkatan berkelanjutan," paparnya.

Chief Financial Officer BELI Ronald Winardi menilai hasil semester pertama menunjukkan keberlanjutan kekuatan eksekusi. "Dengan pendapatan neto meningkat 55 persen, didukung pertumbuhan sehat di seluruh segmen serta fokus pada kategori produk marjin lebih tinggi. Pada saat yang sama, penekanan berkelanjutan pada disiplin biaya dan efisiensi operasional memungkinkan kami memperkuat profitabilitas sekaligus mendukung pertumbuhan berkelanjutan," katanya.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags