Pemerintah Pastikan Pembangunan Pabrik Bioetanol di Lampung Dimulai 2027

- Kamis, 11 Juni 2026 | 01:00 WIB
Pemerintah Pastikan Pembangunan Pabrik Bioetanol di Lampung Dimulai 2027

Pemerintah memastikan pembangunan pabrik bioetanol nasional akan dimulai pada tahun 2027 di Provinsi Lampung dengan kapasitas produksi mencapai 60.000 kilo liter per tahun. Proyek ini dirancang untuk menggunakan konsep multi-feedstock, yakni memanfaatkan berbagai jenis bahan baku seperti molases, sorgum, dan limbah biomassa guna mendukung keberlanjutan produksi energi terbarukan.

Tahap awal pengembangan akan difokuskan pada proyek percontohan berupa penanaman sorgum varietas Enryu seluas 10 hektare. Setelah itu, proyek akan memasuki tahap komersial yang mencakup perluasan lahan tanam sorgum varietas yang sama hingga 6.000 hektare di Lampung, bersamaan dengan pembangunan pabrik bioetanol. Pabrik tersebut ditargetkan mulai dibangun pada kuartal ketiga 2027 dan mulai beroperasi pada kuartal keempat 2028.

Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Wakil Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Todotua Pasaribu, mengungkapkan bahwa Lampung dipilih sebagai lokasi awal pengembangan karena memiliki keunggulan dari sisi ketersediaan bahan baku dan dukungan infrastruktur. “Lampung memiliki feedstock paling mumpuni untuk pengembangan bioetanol nasional. Selain itu, posisinya sangat strategis karena dapat memasok kebutuhan Sumatera dan sebagian Jawa yang merupakan pusat konsumsi energi terbesar di Indonesia,” ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (10/6/2026).

Hasil peninjauan di lapangan menunjukkan bahwa Lampung memiliki potensi bahan baku yang kuat, baik dari molases tebu, sorgum, maupun limbah biomassa. Seluruh sumber daya itu dapat dimanfaatkan untuk pengembangan bioetanol generasi pertama dan generasi kedua. Di sisi lain, proyek ini juga membuka peluang kemitraan antara industri dan petani lokal melalui pengembangan budidaya sorgum sebagai sumber bahan baku tambahan.

Pemerintah Provinsi Lampung menyatakan dukungan penuh terhadap pengembangan proyek ini guna mempercepat realisasi investasi. Sejumlah pihak, termasuk Pemerintah Provinsi Lampung, PT Pertamina New and Renewable Energy (PNRE), dan PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), telah sepakat untuk mempercepat pelaksanaan studi kelayakan bersama, penyusunan perencanaan proyek, pengembangan budidaya sorgum percontohan, serta finalisasi skema pembiayaan dan kemitraan strategis. Langkah ini diambil untuk memastikan kesiapan implementasi proyek secara menyeluruh.

“Yang ingin kita bangun bukan hanya pabrik, tetapi ekosistem ekonomi. Feedstock ada di sini, logistik ada di sini, masyarakat agrikulturnya juga ada di sini. Tinggal kita maksimalkan. Karena itu mari kita mulai saja. Yang penting proyek ini berjalan dan memberikan manfaat bagi masyarakat, petani, industri pendukung, serta memperkuat ketahanan energi nasional,” kata Todotua.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar