Mahasiswa di Makassar Rekayasa Penculikan Demi Uang Tebusan Rp 90 Juta dari Orang Tua

- Kamis, 13 Agustus 2026 | 04:25 WIB
Mahasiswa di Makassar Rekayasa Penculikan Demi Uang Tebusan Rp 90 Juta dari Orang Tua

Seorang mahasiswa berinisial EE (23) di Makassar nekat merekayasa penculikan dirinya sendiri demi menguras uang orang tuanya. Ia meminta tebusan Rp 90 juta dengan berpura-pura disekap, namun aksinya terbongkar setelah polisi melakukan penyelidikan.

Kanit Jatanras Satreskrim Polrestabes Makassar, AKP Sangkala, mengungkapkan kasus ini bermula dari laporan orang tua EE pada Jumat (7/8). Mereka kehilangan kontak dengan anaknya dan menerima pesan dari seseorang yang mengaku menyekap EE. Sang anak disebut memiliki utang Rp 90 juta dan diancam akan dibunuh jika permintaan tebusan tidak dipenuhi.

"Berawal dari adanya pengaduan masyarakat di Polrestabes Makassar ke Jatanras tentang adanya peristiwa di mana anaknya yang seorang mahasiswa hilang kontak dengan orang tuanya," kata Sangkala pada Rabu (12/8).

Tim URC Jatanras Polrestabes Makassar kemudian bergerak menyelidiki laporan tersebut. Setelah mengumpulkan sejumlah bukti, polisi menemukan EE di sebuah rumah kos di kawasan Tamalanrea, Makassar, pada Rabu pagi. Namun, pendalaman lebih lanjut mengungkap fakta mengejutkan: EE ternyata adalah dalang di balik pengancaman itu.

"Namun setelah dilakukan pendalaman, ditemukan fakta bahwa yang melakukan pengancaman bahwa anak itu diculik dan sebagainya adalah merupakan korban itu sendiri dengan membuat suatu sandiwara dengan alasan untuk bisa mendapatkan uang dari orang tuanya," ucap Sangkala.

Polisi pun menangkap EE dan menjeratnya dengan kasus pengancaman. Aksi nekat mahasiswa ini berakhir dengan jeruji besi, menggantikan niat awalnya untuk mendapatkan uang dengan cara curang.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags