Seorang mahasiswa di Makassar diduga merekayasa penculikan dan meminta uang tebusan Rp90 juta kepada orang tuanya pada Rabu (12/8/2026), sebelum akhirnya ditemukan polisi dalam kondisi aman di kamar kosnya di kawasan Tamalanrea. Peristiwa ini terungkap setelah keluarga menerima pesan yang seolah-olah berasal dari pelaku penculikan, disertai permintaan uang tebusan.
Karena panik, keluarga segera melapor ke polisi untuk meminta bantuan pencarian. Namun, setelah penyelidikan, polisi justru menemukan mahasiswa tersebut tidak berada dalam penguasaan orang lain, melainkan berada sendirian di kamar kosnya.
Polisi Temukan Mahasiswa di Kamar Kos
Petugas mendatangi lokasi kos di wilayah Tamalanrea setelah menelusuri sejumlah petunjuk dari laporan keluarga. Di lokasi itu, mahasiswa yang semula diduga diculik ditemukan dalam keadaan selamat tanpa tanda-tanda kekerasan. Temuan ini mengubah arah penyelidikan dari dugaan penculikan menjadi dugaan rekayasa untuk memeras keluarga sendiri.
Polisi kini mendalami motif mahasiswa itu membuat skenario palsu dan meminta uang tebusan dalam jumlah besar kepada orang tuanya. Nominal tebusan yang diminta dalam kasus ini disebut mencapai Rp90 juta.
Dugaan Penipuan Keluarga Didalami
Polisi masih memeriksa keterangan mahasiswa tersebut dan mengumpulkan bukti komunikasi yang dipakai dalam skenario penculikan palsu itu. Kasus ini menjadi perhatian karena pelaku diduga berusaha memanfaatkan kepanikan keluarga untuk mendapatkan uang secara cepat. Penyidik belum menutup kemungkinan penerapan pasal pidana terkait penipuan atau laporan palsu setelah rangkaian pemeriksaan selesai.