Transformasi digital yang dijalankan Badan Pengusahaan (BP) Batam melalui pengembangan platform Manajemen Talenta Batam (Mantab) dan Dashboard Investasi Batam mendapat sorotan positif dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Anggota Komisi VI DPR RI, Kawendra Lukistian, menilai bahwa inovasi tersebut mampu mempercepat penyerapan tenaga kerja sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan investasi di Kota Batam.
Pernyataan itu disampaikan Kawendra dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VI DPR RI bersama BP Batam di Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, pada Rabu, 17 Juni 2026. Dalam rapat tersebut turut hadir Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade, anggota Komisi VI DPR RI Sturman Panjaitan, serta jajaran pimpinan BP Batam, termasuk Kepala BP Batam Amsakar Achmad, Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra, dan Deputi Investasi Fary Djemy Francis.
Kawendra secara khusus menyoroti kehadiran Mantab, sebuah platform digital yang dirancang untuk mempertemukan kebutuhan tenaga kerja industri dengan kompetensi para pencari kerja. Melalui sistem ini, kompetensi pencari kerja dapat dipetakan secara lebih akurat dan disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan yang beroperasi di Batam.
“Melalui inovasi ini, kita melihat dunia internasional semakin percaya terhadap kepemimpinan BP Batam saat ini. Mudah-mudahan langkah seperti ini bisa menjadi contoh dan diikuti oleh lembaga-lembaga lainnya,” ujar Kawendra dalam keterangan yang dikutip pada Sabtu, 20 Juni 2026.
Menurutnya, situs Mantab juga dinilai mampu memperkecil kesenjangan antara kebutuhan industri dan ketersediaan tenaga kerja, sekaligus mempercepat proses rekrutmen. Di sisi lain, Dashboard Investasi Batam yang dikelola melalui platform Invest in Batam turut menjadi sorotan. Platform ini berfungsi sebagai pusat kendali untuk memantau realisasi investasi, mengawal proses perizinan, hingga mendeteksi berbagai hambatan yang dihadapi investor secara real-time.
Melalui dashboard tersebut, BP Batam menargetkan berbagai kebutuhan dan kendala investor dapat ditindaklanjuti dalam waktu maksimal 1 x 24 jam. Sistem itu juga memungkinkan koordinasi lintas unit berlangsung lebih cepat, terukur, dan transparan.
Menurut Kawendra, kehadiran kedua platform tersebut menunjukkan keseriusan BP Batam dalam memanfaatkan teknologi untuk menjawab dua tantangan utama pembangunan daerah, yakni penyediaan tenaga kerja yang sesuai kebutuhan industri dan pelayanan investasi yang cepat serta responsif.
Artikel Terkait
Titiek Soeharto Tinjau Panen Udang Vaname di Nusakambangan, Napi Dapat Upah Rp25 Ribu Per Hari
Pemprov DKI Gelar Haul Akbar Ulama dan Habaib Betawi dalam Rangka HUT ke-499 Jakarta
Pengendara Motor Tewas Terlindas Truk di Jalur Pantura Probolinggo, Sopir Kabur
Pemuda di Bekasi Bobol Rumah Teman saat Korban ke Gereja, Hasil Curian Rp33,4 Juta Habis untuk Judi Online dan Foya-foya