Manchester United Dinilai Cerdik di Bursa Transfer, Tielemans dan Lammens Jadi Sorotan

- Sabtu, 08 Agustus 2026 | 08:45 WIB
Manchester United Dinilai Cerdik di Bursa Transfer, Tielemans dan Lammens Jadi Sorotan

Langkah Manchester United di bursa transfer musim panas 2026 mendapat pujian dari dua mantan pemain Premier League, Shay Given dan John Obi Mikel. Keduanya menilai keputusan klub merekrut Youri Tielemans dan Senne Lammens sebagai strategi yang cerdas, baik dari sisi finansial maupun kualitas tim.

United berhasil mendatangkan Tielemans dari Aston Villa dengan nilai transfer 35 juta poundsterling, angka yang dianggap murah untuk pemain sekelas gelandang asal Belgia itu. Selain itu, kedatangan kiper muda Lammens dinilai mampu memperkuat lini pertahanan dan memberikan rasa aman di bawah mistar.

John Obi Mikel, mantan gelandang Chelsea, dalam podcast The Obi One menyebut perekrutan Tielemans sebagai yang terbaik di Liga Inggris sejauh ini. Ia menekankan nilai ekonomis dari transaksi tersebut di tengah tingginya harga pasar pemain saat ini.

"Perekrutan terbaik sejauh ini di Liga Inggris adalah Man United dapatkan Tielemans," ujar Mikel.

Mikel juga menyoroti fleksibilitas Tielemans yang bisa bermain di berbagai posisi di lini tengah, mulai dari nomor 6, 8, hingga 10. Menurutnya, kemampuan tersebut memberikan variasi taktik yang berharga bagi tim asuhan Ruben Amorim.

"Tielemans pemain berkualitas. Dia juga serba bisa, bisa main sebagai nomor 6, 8, dan 10. Dia begitu fleksibel dengan strategi yang dipakai," jelas Mikel.

Lebih lanjut, Mikel memaparkan analisis teknis mengenai atribut yang dimiliki mantan pemain Leicester City tersebut. Ia menyebut Tielemans mampu mencetak gol, mengancam dari bola mati, memberi umpan matang, serta menjadi penyelesai akhir. Meski demikian, Mikel mengakui kelemahan Tielemans dalam hal kecepatan, tetapi hal itu bisa ditutupi dengan kecerdasannya di lapangan.

"Dia bisa bikin gol, mengancam dari bola mati, memberi umpan matang, serta jadi penyelesai akhir. Mungkin kritik kepadanya adalah dia tidak berlari kencang, namun itu bisa ditutupi dengan intelegensinya," paparnya.

Mikel yakin kontribusi Tielemans akan memberikan perbedaan besar pada performa tim secara keseluruhan. "Tielemans berbahaya dengan atau tanpa bola. Dia akan jadi pembeda nanti di Man United," tutup Mikel.

Sementara itu, Shay Given, mantan penjaga gawang yang juga pernah bermain di Premier League, menyoroti alasan di balik penjualan Tielemans oleh Aston Villa. Menurutnya, aturan finansial Premier League memaksa klub tersebut melepas sang gelandang meski memiliki pemilik kaya raya.

"Apakah Manchester United melemah karena tidak merekrut Sandro Tonali atau Bruno Guimaraes? Menurut saya tidak. Youri Tielemans adalah perekrutan yang sangat bagus. Jangan lupa, Aston Villa sebenarnya hanya menjualnya karena alasan finansial, mengingat mereka sebelumnya mendapatkannya secara gratis," ujar Given.

Given juga mengkritik dampak regulasi yang membatasi pergerakan klub-klub pemilik dana besar di liga. "Situasi itu tentu membuat Aston Villa frustrasi karena mereka memiliki dua pemilik miliarder, tetapi itulah konsekuensi dari aturan yang berlaku," tambahnya.

Ia membandingkan nilai pengeluaran United dengan perekrutan pemain tengah di klub lain. "Mendapatkan Tielemans dengan harga 35 juta poundsterling ketika Sandro Tonali ditebus sekitar 100 juta poundsterling adalah bisnis yang luar biasa. Manchester United memperoleh pemain yang sangat berpengalaman di level klub maupun tim nasional dengan biaya yang jauh lebih rendah," tutur Given.

Beralih ke posisi penjaga gawang, Given memuji kualitas yang dimiliki Senne Lammens. Ia mengaku terkejut Ruben Amorim tidak langsung memainkan Lammens sejak awal kedatangannya, mengingat performa Andre Onana dan Altay Bayındır yang dinilainya kurang memuaskan.

"Saya pikir Senne Lammens punya semuanya. Dia membawa angin segar bagi Manchester United. Saya terkejut Ruben Amorim tidak langsung memainkannya begitu mereka merekrutnya karena Andre Onana dan Altay Bayındır tidak berada di level yang dibutuhkan, jika saya bicara sejujurnya," ujar Given.

Given membandingkan situasi debut Lammens dengan kiper Manchester City, Gianluigi Donnarumma. Menurutnya, City langsung memainkan Donnarumma di laga besar, sementara Amorim ragu karena Lammens lebih muda dan kurang berpengalaman. Namun, Given menilai Lammens tampil dengan ketenangan yang luar biasa.

"Derby Manchester pertama setelah mereka merekrutnya bisa saja menjadi laga perdananya. City langsung memainkan Gianluigi Donnarumma. Saya pikir Amorim ragu karena Lammens lebih muda dan kurang berpengalaman untuk laga sebesar itu, tetapi saya juga akan langsung memainkannya karena dia tampil dengan ketenangan seperti itu. Tidak ada yang tampaknya membuatnya goyah," kata Given.

Mengenai kesalahan Lammens bersama Belgia pada Piala Dunia 2026, Given menganggap hal itu sebagai proses pendewasaan. Ia menjelaskan bahwa menjadi kiper pengganti jauh lebih sulit dibandingkan pemain outfield, karena harus langsung menghadapi situasi yang menuntut konsentrasi penuh.

"Dia benar-benar tidak beruntung di Piala Dunia. Menurut saya, 10 kali lebih sulit masuk dari bangku cadangan sebagai penjaga gawang dibandingkan sebagai pemain outfield. Jika Anda seorang gelandang, Anda bisa mendapatkan bola, mengopernya kembali, dan merasakan permainan. Hal pertama yang harus dilakukan Lammens adalah menghadapi sebuah tembakan yang bisa ia selamatkan 99 kali dari 100 dan mengamankannya," sebut Given.

Ia memberikan rincian momen sulit yang dialami kiper muda tersebut saat dipanggil turun bertanding. "Ya, dia memang melakukan pemanasan singkat di sisi lapangan, tetapi tembakan itu mungkin menjadi kali pertama dia benar-benar merasakan bola dalam sekitar dua jam. Dia gagal menangkapnya dan itu adalah kesalahan yang sangat buruk hingga membuat negaranya tersingkir dari Piala Dunia. Akan ada luka mental dari itu, tetapi dia sudah kembali ke Manchester United dan dia akan punya waktu untuk memprosesnya," jelas Given.

Given optimistis sektor pertahanan Setan Merah kini berada dalam kondisi aman bersama Lammens. Ia menilai Lammens memiliki masa depan yang besar dan mampu memberikan rasa aman bagi rekan-rekannya di lapangan.

"Saya sangat suka Senne Lammens, saya benar-benar suka. Saya rasa United tidak punya masalah lagi sekarang dalam hal posisinya di gawang dan mereka sudah sangat sering salah dalam urusan ini pada masa lalu. Saya pikir Lammens punya masa depan yang besar di depannya dan dia adalah tipe kiper yang berjalan ke lapangan dan membuat semua orang merasa lebih aman. Mereka semua merasa bisa memercayainya. Mereka tahu dia setidaknya akan mendapat nilai tujuh atau delapan dari 10 dan akan menyelamatkan mereka," tutup Given.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags