Remaja 16 Tahun Tewas Dibacok dalam Duel akibat Ejekan di Media Sosial, Pelaku Usia 14 Tahun Diamankan

- Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:00 WIB
Remaja 16 Tahun Tewas Dibacok dalam Duel akibat Ejekan di Media Sosial, Pelaku Usia 14 Tahun Diamankan

Seorang remaja berusia 16 tahun berinisial WS meregang nyawa setelah mengalami luka bacok akibat duel satu lawan satu dengan lawannya yang masih berusia 14 tahun, berinisial IPS, di kawasan Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara, pada Jumat (19/6/2026) dini hari. Korban sempat dilarikan oleh rekan-rekannya ke RSUD Cilincing, namun nyawanya tidak tertolong setelah dinyatakan meninggal dunia oleh dokter jaga saat tiba di fasilitas kesehatan tersebut.

Kapolsek Cilincing AKP Bobi Subasri mengungkapkan bahwa peristiwa berdarah itu dipicu oleh ejekan-mengejek di media sosial yang berlangsung beberapa hari sebelumnya. Kedua remaja tersebut kemudian sepakat untuk bertemu dan menyelesaikan perselisihan secara fisik dengan cara duel.

“Berdasarkan hasil penyelidikan, duel tersebut berawal dari saling ejek antara korban dan pelaku melalui media sosial beberapa hari sebelum kejadian. Keduanya kemudian sepakat untuk bertemu dan melakukan duel satu lawan satu di lokasi kejadian,” ujar Bobi dalam keterangannya, Sabtu (20/6/2026).

Aksi pembacokan tersebut, menurut polisi, sempat menjadi tontonan sejumlah orang dan bahkan direkam. Dari lokasi kejadian, petugas berhasil mengamankan berbagai barang bukti, termasuk satu bilah celurit beserta sarungnya, jaket hijau, celana panjang hitam, serta rekaman video yang memperlihatkan detik-detik pembacokan terhadap korban.

Saat ini, pelaku telah diamankan di Mapolsek Cilincing untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Pihak kepolisian terus mendalami seluruh rangkaian peristiwa guna melengkapi penyidikan dan mengungkap motif di balik duel maut yang merenggut nyawa seorang remaja tersebut.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar