KMP Putri Yasmin Terbakar di Selat Lombok, Satu Penumpang Tewas

- Kamis, 13 Agustus 2026 | 07:06 WIB
KMP Putri Yasmin Terbakar di Selat Lombok, Satu Penumpang Tewas

Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Putri Yasmin terbakar di perairan Selat Lombok, wilayah Sekotong, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), Rabu (12/8) dini hari. Kebakaran terjadi sekitar pukul 04.15 WITA saat kapal sedang berlayar dari Pelabuhan Padang Bai, Bali, menuju Pelabuhan Lembar, Lombok, dengan membawa ratusan penumpang.

Kantor SAR Mataram menerima laporan darurat pada pukul 04.39 WITA dan langsung mengerahkan personel serta armada penyelamatan ke lokasi kejadian. Kepala Kantor SAR Mataram, Muhamad Hariyadi, menyatakan fokus utama operasi adalah menyelamatkan seluruh penumpang dan awak kapal.

“Kami telah mengerahkan KN 220 Mataram, Rigid Inflatable Boat (RIB), dan Rigid Buoyancy Boat (RBB) ke lokasi kejadian untuk melakukan evakuasi serta berkoordinasi dengan kapal-kapal yang berada di sekitar lokasi,” kata Hariyadi dalam keterangannya. Ia menambahkan, kondisi darurat di laut membuat proses evakuasi membutuhkan dukungan dari berbagai unsur SAR dan kapal yang melintas.

Angkut 173 Orang

KMP Putri Yasmin mengangkut 173 orang yang terdiri dari penumpang dan awak kapal. Seluruhnya telah dievakuasi melalui Pelabuhan Padangbai, Karangasem, Bali, dan Pelabuhan Lembar, Lombok. Humas Kantor SAR Mataram, I Gusti Lanang Wiswananda, mengungkapkan bahwa satu orang penumpang dinyatakan meninggal dunia, yaitu Indah Dwi Septiani (19), warga Asrama Brimob Gatep Ampenan. Dua penumpang lainnya merupakan warga negara asing (WNA) asal Australia.

Sementara itu, Plt Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Padangbai, Harry Wiyanto, mengatakan jumlah orang yang tercatat dalam manifes KMP Putri Yasmin sebanyak 131 orang, terdiri dari 114 penumpang dan 17 anak buah kapal (ABK).

Tangis Penumpang Selamat

Para penumpang selamat dievakuasi ke Pelabuhan Lembar, Lombok, dan Pelabuhan Padangbai, Bali. Sebagian besar dari mereka mengalami syok dan menangis usai berhasil dievakuasi. Mereka juga mendapatkan penanganan medis intensif di ruang terminal penumpang.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags