Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Putri Yasmin yang terbakar di Perairan Sekotong, Lombok Barat, kini hanyut hingga ke Samudera Hindia. Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhammad Iqbal mengungkapkan bahwa kapal tersebut bergeser dari lokasi awal karena terbawa arus.
"Sekarang posisi kapal ini hanyut ke Samudera Hindia," ungkap Iqbal di Pelabuhan Lembar, Kamis (13/8/2026).
"Yang terpenting semua bisa dievaluasi terlebih dahulu. Jadi kita perlu memberikan apresiasi ke semua unsur yang sudah terlibat dalam SAR ini," ucapnya.
Iqbal mengatakan proses pencarian dan evakuasi korban KMP Putri Yasmin masih akan dilakukan selama tujuh hari ke depan. Dia meminta masyarakat yang merasa anggota keluarganya menjadi penumpang KMP Putri Yasmin dan hingga kini belum ditemukan agar segera melapor ke posko SAR.
Sebanyak 212 orang telah dievakuasi dari KMP Putri Yasmin hingga Rabu malam. Sebanyak 39 korban terakhir tiba di Pelabuhan Lembar semalam.
KNKT Selidiki Penyebab Kebakaran
Sementara itu, KNKT turun tangan menyelidiki penyebab terbakarnya kapal tersebut. Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengatakan KNKT telah tiba untuk melakukan penyelidikan terkait kecelakaan tersebut. Dia meminta semua pihak tidak terburu-buru menyimpulkan penyebab kebakaran sebelum hasil investigasi resmi keluar.
"Jadi kami belum berani terlalu cepat mengambil kesimpulan terkait penyebab dari kecelakaan ini," ujarnya di Pelabuhan Lembar, Rabu (12/8/2026).
Artikel Terkait
KMP Putri Yasmin Terbakar di Selat Lombok, Satu Penumpang Tewas
Komisi V DPR Minta Evaluasi Menyeluruh Usai KMP Putri Yasmin Terbakar
Kapal Feri KMP Putri Yasmin Terbakar di Selat Lombok, 172 Orang Selamat
KMP Putri Yasmin Terbakar di Selat Lombok, Ratusan Penumpang Dievakuasi