KNKT Temukan KMP Mutiara Sentosa II Tak Dilengkapi Sekoci

- Rabu, 19 Agustus 2026 | 16:40 WIB
KNKT Temukan KMP Mutiara Sentosa II Tak Dilengkapi Sekoci

Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengungkap temuan mengejutkan terkait insiden kebakaran KMP Mutiara Sentosa II di perairan Madura, Jawa Timur. Kapal tersebut ternyata tidak memiliki sekoci penolong, padahal aturan mewajibkan keberadaannya.

Kepala KNKT Soerjanto Tjahjono memaparkan temuan ini dalam rapat dengan Komisi V DPR di Senayan, Jakarta, Rabu (19/8/2026). Berdasarkan Safety and Fire Control Plan, kapal seharusnya membawa dua sekoci penolong. Namun, dari hasil wawancara dengan awak kapal, KNKT tidak menemukan sekoci tersebut di atas kapal.

"Nah di sini berdasarkan Safety and Fire Control Plan di kapal ini harusnya terdapat dua sekoci penolong tapi memang kami menemukan dari interview dengan awak kapal, kami tidak menemukan adanya sekoci tersebut di atas kapal," ujar Soerjanto.

Kapal tersebut hanya dilengkapi 37 unit rakit penolong dengan kapasitas total sekitar 920 orang, satu rescue boat, dan empat unit Marine Evacuation System atau tangga peluncur. "Rakit penolong 37 unit dengan total penumpang yang dapat ditampung sekitar 920. Rescue boat satu, terus kemudian tidak ada sekoci dan kapal ini dilengkapi dengan Marine Evacuation System atau tangga peluncur sebanyak empat unit," jelasnya.

Padahal, Soerjanto menegaskan bahwa aturan mewajibkan kapal memiliki sekoci minimal 15 persen dari jumlah penumpang untuk masing-masing sisi kiri dan kanan. "Ada aturannya minimum 15% kanan kiri masing-masing 15% dari jumlah penumpang," imbuhnya.

Komisi V DPR Cecar Pemilik Kapal

Temuan ini langsung memicu reaksi keras dari Ketua Komisi V DPR Lasarus. Ia mencecar pemilik KMP Mutiara Sentosa II dan meminta penjelasan mengapa sekoci tidak dipasang.

"Pak, saya langsung ke Bapak saja ini. Ini kan temuan dari KNKT tidak ada sekoci yang harusnya ada sekoci 30% di kiri, 30% di kanan. Bapak ada mik situ coba bapak jawab. Kenapa bapak tidak pasang sekoci di kapalnya? Jelaskan, Pak," ucap Lasarus.

Perwakilan kapal yang juga Direktur Operasi dan Komersial PT Atosim Lampung Pelayaran (PT ALP) Asep Suparman justru membahas sertifikat kapal. "Iya, jadi dasar kami mengoperasikan kapal adalah sertifikat, Pak. Jadi di kapal itu adalah SKP-nya, laik Laut dan SMC-nya, Safety Management Certificate laik laut. Itu saja dasarnya, Pak," ujarnya.

Lasarus kembali mencecar apakah Asep mengetahui aturan kewajiban sekoci. "Bapak sadar nggak kalau ada kewajiban ada sekoci di kiri di kanan tuh diatur? Bapak tidak tahu?" tanya Lasarus. "Kami tidak tahu, Pak," jawab Asep singkat.

Lasarus pun geram. "Pak KNKT, tidak tahu, Pak. Tidak tahu di aturan kalau ada harus ada sekoci 30% di kiri 30% di kanan. Tidak tahu. 15% di kiri 15% di kanan. Tidak tahu? Dan itu tidak menjadi syarat selama ini, Pak ya? Tidak menjadi syarat untuk kelaikan kapal bapak berlayar?" cecarnya.

Asep kemudian mengatakan bahwa KMP Mutiara Sentosa II sudah beroperasi 12 tahun di Indonesia dan peralatan keselamatan lain sudah ada. "Iya, tapi peralatan yang lain ada, Pak," sebutnya.

Menanggapi hal itu, Lasarus menekankan bahaya tidak adanya sekoci saat kapal mengangkut hingga 600 penumpang. "Saya tidak tanya yang lain. Saya tanya sekoci. Saya tanya sekoci ini. Bapak bawa penumpang kan? Bisa bawa sampai 600 orang, Pak ya? Iya. Betul? Bapak kebayang nggak kalau 600 orang ini ada apa-apa tanpa sekoci yang bisa membantu life jacket yang ada, ini bisa membahayakan nyawa orang," tegasnya.

"Tapi ndak apa-apa bapak kan tidak tahu. Dan tidak tahu dan sudah 11 tahun beroperasi. Kok bisa keluar izin kelaikan kapalnya Bapak punya? Ini Pak Menteri, kapal kita ribuan sih, Pak. Kalau nanya Pak Menteri ya kita pusing Pak Menteri jawabnya mana Pak Menteri tahu. Tapi inilah kondisi di bawah, Pak Menteri, yang harus kita perbaiki. Standar keselamatan. Tadi Pak Menteri sudah menyampaikan, satu korban terlalu banyak. Tanpa sekoci kapal bapak mau berapa korban yang akan timbul, Pak?" sambungnya.

Lasarus pun meminta Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menertibkan jajarannya buntut temuan tersebut. "Inilah potret dari kondisi kita hari ini. Sudahlah Pak Menteri tegas-tegas saja dah, Pak. Yang tidak berkompeten, KSOP-KSOP bapak udah bapak rapiin deh, itu aja bahasa saya udah. Kita dukung seluruh kebijakan Pak Menteri demi keselamatan seluruh rakyat dan bangsa Indonesia. Seperti tadi saya bilang Pak Menteri biar langit runtuh aturan Bapak tegakkan. Karena kewenangan ada pada Pak Menteri hari ini. Kita berharap kejadian ini tidak berulang," tuturnya.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags