KNKT Mulai Selidiki Penyebab Kebakaran KM Mutiara Sentosa 2

- Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:42 WIB
KNKT Mulai Selidiki Penyebab Kebakaran KM Mutiara Sentosa 2

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyatakan bahwa Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) telah memulai penyelidikan untuk mengungkap penyebab kebakaran yang melanda KM Mutiara Sentosa 2. Kapal yang tengah berlayar dengan rute Surabaya-Makassar itu dilaporkan terbakar di perairan utara Kabupaten Sumenep, Madura, pada Minggu (2/8).

Wakil Menteri Perhubungan, Suntana, menegaskan bahwa penyebab utama kebakaran belum dapat dipastikan. "Kami memerlukan waktu untuk itu terhadap proses pemeriksaan dengan KNKT. Sudah dimulai, tapi perlu waktu. Begitu juga kami meminta bantuan Polda untuk memeriksa hal-hal yang lain. Jadi pemeriksaannya nanti akan kita laporkan kepada umum sesudah dilaksanakan pemeriksaan oleh KNKT," ujarnya di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Selasa (4/8).

Investigator Keselamatan Pelayaran KNKT, Aleik Nurwahyudy, mengungkapkan bahwa posisi kapal yang diduga telah tenggelam menjadi tantangan tersendiri bagi tim investigator dalam mengumpulkan bukti fisik. "Ini tentunya menjadi tantangan buat investigasi. Idealnya memang kita harus menemukan bukti yang akan mendukung analisis kita, terutama kondisi kapalnya. Dalam posisi saat ini, ada kemungkinan kapal itu sudah tidak ada di permukaan lagi. Pertama kita harus memastikan di mana dulu posisi kapalnya, kemudian bagaimana kita melakukan pemeriksaan bawah airnya kalau kapalnya memang ketemu di bawah air," jelas Aleik.

Lebih lanjut, Aleik memperkirakan lokasi bangkai kapal berada di laut terbuka dengan kedalaman sekitar 50 meter dan arus yang cukup kuat. "Dan kejahatan tentunya tidak hanya dalam konteks pemeriksaan fisik kapal, tentunya dalam lingkup investigasi yang lebih luas lagi," tambahnya.

Dari peristiwa ini, sebanyak 238 orang berhasil dievakuasi, dan lima di antaranya dilaporkan meninggal dunia.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags