Ekshumasi Sutrimo: Tim Forensik Tak Temukan Luka Luar, Sampel Diperiksa Lebih Lanjut

- Kamis, 13 Agustus 2026 | 06:50 WIB
Ekshumasi Sutrimo: Tim Forensik Tak Temukan Luka Luar, Sampel Diperiksa Lebih Lanjut

Tim forensik yang memeriksa jenazah Sutrimo setelah ekshumasi tidak menemukan tanda-tanda luka luar akibat kekerasan. Temuan awal ini menjadi pijakan untuk pemeriksaan lebih mendalam guna mengungkap penyebab kematiannya.

Ekshumasi dilakukan di Tempat Pemakaman Umum Bantaragung, Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, pada Rabu, 12 Agustus 2026. Proses ini merupakan kerja sama antara Polda Metro Jaya dan Polda Jawa Tengah.

Ketua Tim Forensik, Prof. Yudi Her Oktaviono, menyatakan bahwa secara visual tidak ditemukan luka yang diakibatkan oleh kekerasan tumpul maupun tajam. "Secara visual kami tidak mendapatkan tanda-tanda luka yang diakibatkan oleh karena kekerasan tumpul maupun kekerasan tajam," ujarnya.

Setelah pemeriksaan luar, tim gabungan melanjutkan dengan pemeriksaan dalam dan pengumpulan sampel. "Kami melakukan pemeriksaan lebih lanjut guna mengambil sampel-sampel untuk memastikan, mencari penyebab pasti kematian," kata Yudi, ahli forensik dari Universitas Airlangga.

Untuk memastikan akurasi, pemeriksaan sampel akan melibatkan ahli histopatologi, spesialis patologi anatomi, dan toksikologi. "Kami tetap mengupayakan untuk proses identifikasi dan juga untuk mencari penyebab kematian yang lebih lengkap, yaitu dengan pemeriksaan DNA," tambah Yudi.

Sampel yang diambil akan digunakan untuk pemeriksaan histopatologi, yang melihat perubahan sel dan jaringan tubuh, serta toksikologi, untuk mendeteksi adanya zat atau senyawa yang mungkin berkontribusi terhadap kematian.

Sementara itu, kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah, Firman Wijaya, meluruskan status Sutrimo. Ia menegaskan bahwa Sutrimo bukan Kepala Rumah Tangga (Karumga) seperti yang banyak diberitakan, melainkan lebih sering menjaga rumah kosong dan tinggal di sana.

"Jadi posisi almarhum bukan sebagai Karumga seperti yang banyak disampaikan, namun lebih ke menjaga rumah yang kosong dan tinggal di sana," kata Firman dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu, 12 Agustus 2026. Ia juga menyebut Sutrimo kerap pulang kampung atau mengambil pekerjaan lain, sehingga tidak terus-menerus bekerja dengan Febrie.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags