Dokter Ungkap Kebiasaan Sepele Setelah Buang Air Besar yang Jadi Pemicu Gatal dan Bau di Selangkangan

- Sabtu, 20 Juni 2026 | 05:35 WIB
Dokter Ungkap Kebiasaan Sepele Setelah Buang Air Besar yang Jadi Pemicu Gatal dan Bau di Selangkangan

Bukan hanya keringat yang menjadi biang keladi rasa gatal dan bau tak sedap di area selangkangan. Seorang dokter sekaligus influencer kesehatan, dr. Cecep Hermawan, mengungkapkan bahwa kebiasaan sepele yang kerap dilakukan banyak orang setelah buang air besar justru menjadi pemicu utama masalah tersebut.

Selama ini, keluhan di area lipatan tubuh itu lebih sering dikaitkan dengan kebersihan yang kurang terjaga atau produksi keringat yang berlebihan. Namun, dr. Cecep menjelaskan bahwa penyebabnya bisa berasal dari sisa air yang tidak dikeringkan secara sempurna setelah cebok. Menurutnya, area selangkangan yang terus-menerus dalam kondisi lembap menjadi lingkungan yang ideal bagi pertumbuhan jamur.

Kondisi ini, lanjut dia, dapat memicu munculnya Candida Overgrowth, yaitu pertumbuhan jamur berlebih yang menyebabkan rasa gatal, iritasi, hingga aroma tidak sedap. “Sisa air yang tidak dikeringkan dulu membuat area selangkangan terus-terusan lembap. Akibatnya, tameng pelindung kulit jadi jebol dan memicu pertumbuhan jamur yang namanya Candida Overgrowth,” tulis dr. Cecep dalam unggahan di akun Instagram pribadinya.

Masalah ini kerap terjadi ketika seseorang terburu-buru menyelesaikan aktivitas di toilet. Akibatnya, area sekitar anus dan selangkangan tidak benar-benar kering sebelum kembali mengenakan pakaian. Padahal, kelembapan yang terperangkap dalam waktu lama dapat mengganggu kesehatan kulit dan membuat jamur berkembang lebih cepat, sehingga menimbulkan rasa tidak nyaman sepanjang hari.

Untuk mencegahnya, dr. Cecep menyarankan agar masyarakat membiasakan diri mengeringkan area selangkangan setelah cebok. Langkah sederhana ini dinilai efektif untuk mengurangi risiko pertumbuhan jamur akibat kelembapan berlebih. “Habis cebok, biasakan lap sisa air pakai tisu. Cukup ditepuk-tepuk pelan, jangan digosok kencang supaya kulit tidak luka atau lecet,” ujarnya.

Di sisi lain, pemilihan pakaian dalam juga memegang peranan penting. dr. Cecep merekomendasikan penggunaan celana dalam berbahan katun 100 persen karena mampu menyerap keringat dan memberikan sirkulasi udara yang lebih baik. Menurutnya, bahan katun membantu menjaga area lipatan tubuh tetap nyaman dan tidak mudah pengap. Sebaliknya, pakaian yang terlalu ketat justru dapat meningkatkan kelembapan dan memperbesar risiko pertumbuhan jamur.

“Pakai celana dalam katun 100 persen. Bahan ini menyerap keringat dan memberi ruang udara, jadi area lipatan tidak mudah pengap seharian. Kurangi pakai celana luar yang terlalu ketat. Area itu butuh sirkulasi udara agar terhindar dari kelembapan ekstra,” kata dr. Cecep.

Tak hanya itu, ia juga mengingatkan pentingnya mengganti pakaian dalam setelah berolahraga atau saat tubuh mengeluarkan banyak keringat. Kebiasaan ini membantu menjaga area selangkangan tetap kering dan bersih. Meski terlihat sepele, gatal dan bau di selangkangan tidak boleh diabaikan, terutama jika keluhan tersebut berlangsung lama atau semakin memburuk.

“Habis olahraga atau saat sedang banyak berkeringat, sebaiknya langsung ganti pakaian dalam agar sisa air tidak menumpuk. Kapan harus periksa? Kalau gatal tidak membaik, kulit makin merah, atau area kemerahannya meluas,” ujar dr. Cecep.

Sebab itu, menjaga area selangkangan tetap kering setelah cebok menjadi langkah penting yang sering luput dari perhatian. Kebiasaan sederhana ini dapat membantu mencegah pertumbuhan jamur Candida Overgrowth sekaligus mengurangi risiko munculnya gatal dan bau tidak sedap.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar