Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Imbauan ini menyusul kondisi cuaca kering yang dipicu fenomena El Nino yang cukup kuat.
Prasetyo menegaskan pentingnya mawas diri, terutama saat beraktivitas di kawasan rawan kebakaran. "Termasuk juga kami berulang kali kita sampaikan imbauan kepada seluruh masyarakat untuk mawas diri ya, menghindari hal-hal yang dapat menciptakan potensi terjadinya kebakaran," ujarnya kepada wartawan di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Selasa (11/8).
Ia mencontohkan kebakaran di kawasan Bromo Tengger yang tahun lalu dipicu aktivitas manusia, seperti pemotretan pranikah. "Sebagaimana yang di Bromo Tengger itu kan seperti tahun lalu itu kan ada pre-wedding ya kalau saudara-saudara ingat itu kan. Nah jadi yang begitu-begitu mari kita semua mawas diri karena memang kali ini El Nino-nya cukup kuat dan cuaca cukup kering," tuturnya.
Selain imbauan, pemerintah telah menyiapkan langkah mitigasi melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Prasetyo mengatakan desain OMC telah dipersiapkan, namun efektivitasnya bergantung pada ketersediaan awan. "Termasuk OMC ya, Operasi Modifikasi Cuaca, desainnya semua kita persiapkan tetapi secara teknis penjelasan dari Kepala BMKG tidak selalu bisa didapati kondisi yang awannya memungkinkan untuk operasi modifikasi cuaca itu menghasilkan hujan," jelasnya.
Menurut Prasetyo, persoalan tersebut bersifat teknis sehingga pemerintah terus mempersiapkan berbagai langkah antisipasi. "Ini masalah teknis sih. Tapi semuanya kita persiapkan dengan sebaik-baiknya," pungkasnya.
Artikel Terkait
Istana Bantah Isu Menko PMK Pratikno Sakit dan Akan Mundur
Mensesneg Minta Maaf soal Penutupan Jalan untuk Latihan HUT RI
Undangan Resmi HUT ke-81 RI Mulai Dikirim ke Mantan Presiden dan Wapres
Karhutla Bromo Capai 742,7 Hektare, Kawasan Wisata Ditutup Sementara