Keributan Paguyuban Angkutan vs Taksi Online di Bandung Berakhir Damai

- Rabu, 12 Agustus 2026 | 17:18 WIB
Keributan Paguyuban Angkutan vs Taksi Online di Bandung Berakhir Damai

Keributan antara kelompok paguyuban angkutan dan pengemudi taksi online terjadi di area parkir Stasiun Bandung bagian utara pada Selasa (11/8) pagi. Perselisihan itu dipicu oleh perebutan penumpang di kawasan yang dianggap sebagai wilayah operasional paguyuban angkutan.

Kapolsek Cicendo AKP Darno mengatakan, masalah bermula ketika seorang pengemudi taksi online mengambil penumpang di sekitar Stasiun Bandung bagian utara. Wilayah itu selama ini dianggap sebagai teritorial paguyuban angkutan lokal. "Awalnya bermula dari order atau penumpang. Di situ ada paguyuban angkutan. Nah, ada salah satu taksi online yang mengambil penumpang di situ, sehingga paguyuban tidak menerima karena dianggap wilayah teritorial mereka," kata Darno saat dikonfirmasi, Rabu (12/8).

Ketegangan mulai terasa sekitar pukul 06.45 WIB. Meski demikian, polisi menyebut tidak ada aksi pemukulan dalam peristiwa itu. Namun, dari rekaman video yang diperiksa, terlihat adanya saling tarik baju dan adu mulut antara sejumlah orang. "Kalau pukul-pukulan tidak sempat kami lihat. Tapi kalau sampai tarik-tarikan baju, kemudian saling adu ngotot, itu ada. Kelihatan di video. Kalau pukul-pukulan, saya tidak menemukan di video," tuturnya.

Peristiwa itu tidak berhenti sampai di situ. Pada malam harinya, sekitar pukul 20.00 WIB, massa mulai berdatangan ke Polsek Cicendo. Mereka meminta polisi menjadi penengah dalam persoalan tersebut. Darno mengatakan, sekitar 300 orang sempat memadati Mapolsek untuk menuntut penyelesaian.

Mediasi berlangsung selama berjam-jam, hingga akhirnya mencapai titik terang sekitar pukul 00.30 WIB. Kedua belah pihak sepakat untuk menyelesaikan persoalan secara damai dan tidak memperpanjang konflik. "Dalam mediasi itu kita sampaikan poin-poin saling meminta maaf. Kemudian ada kesepakatan bahwa tidak ada lagi larangan ojek online atau taksi online mengambil penumpang di wilayah paguyuban," ujarnya.

Polisi kemudian memfasilitasi pembuatan surat pernyataan sebagai bentuk kesepakatan damai. "Alhamdulillah sudah selesai, sudah clear. Kita mediasikan, kita fasilitasi dengan membuat surat pernyataan dan video," kata Darno.

Darno menegaskan, kedua kelompok akhirnya sepakat untuk tidak lagi mempermasalahkan batas wilayah dalam mencari penumpang. Menurutnya, seluruh pengemudi memiliki hak yang sama untuk mencari nafkah selama tetap mematuhi aturan. "Mereka sepakat bahwa tidak ada lagi pengkotak-kotakan bahwa ini wilayah saya, ini wilayah kamu. Enggak ada. Semua sesama satu aspal, mencari rezeki di ruang jalan yang sama," ujarnya.

Polisi memastikan tidak ada korban luka akibat perselisihan tersebut. Sejumlah pihak yang terlibat langsung dalam keributan telah dipanggil dan dikumpulkan untuk menyelesaikan persoalan. Darno berharap kesepakatan ini menjadi penyelesaian akhir dan tidak ada lagi konflik antara pengemudi angkutan konvensional dan taksi online di wilayah Cicendo. Polisi juga mengingatkan seluruh pihak untuk menjaga situasi tetap kondusif dan tidak mudah terprovokasi.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags