AS Klaim Kuasai Selat Hormuz, Iran Tetap Tutup Jalur Minyak Dunia

- Rabu, 12 Agustus 2026 | 17:15 WIB
AS Klaim Kuasai Selat Hormuz, Iran Tetap Tutup Jalur Minyak Dunia

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan bahwa AS kini memiliki kendali penuh atas Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menjadi pusat ketegangan global. Pernyataan itu disampaikan di tengah serangan terhadap kapal yang masih berlanjut di kawasan tersebut, sementara Iran bersikeras menutup selat itu hingga tuntutannya dipenuhi Washington.

"Kami sepenuhnya mengendalikan Selat Hormuz. Kami menguasainya; tidak ada pihak lain, hanya kami," kata Trump kepada wartawan pada Selasa (11/8). Ia juga mengaku tidak mempercayai Iran. "Saya adalah orang terakhir yang mempercayai Iran. Mereka terus-menerus berbohong kepada saya," ujarnya, seraya menegaskan bahwa Iran tidak memiliki kendali atas selat tersebut.

Namun, Reuters melaporkan bahwa Iran menyatakan Selat Hormuz akan tetap ditutup, kecuali Washington menerima persyaratan Teheran. Iran menuntut AS mengakhiri blokade terhadap pelabuhan-pelabuhannya, mencabut sanksi, serta memenuhi sejumlah persyaratan lain.

Serangan kapal dan eskalasi di jalur pelayaran

Ketegangan juga meningkat di jalur pelayaran lain di kawasan. Otoritas Yaman mengatakan enam orang tewas pada Selasa setelah kelompok Houthi yang didukung Iran menyerang sebuah kapal di Selat Bab el-Mandeb. Penjaga pantai Yaman menyebut korban terdiri dari empat awak kapal dan dua anggota pasukan National Resistance Forces yang bersekutu dengan pemerintah. Kementerian Transportasi Yaman mengatakan Houthi menembakkan tiga rudal balistik ke kapal komersial Yaman tersebut.

Empat awak kapal tewas dalam serangan itu, menurut Kementerian Transportasi Yaman, dalam apa yang disebut Reuters sebagai kematian pertama yang diketahui akibat serangan Houthi terhadap pelayaran sejak perang Iran dimulai pada 28 Februari.

Juru bicara sekaligus kepala perunding Houthi, Mohammed Abdul-Salam, menuduh Arab Saudi memanfaatkan gencatan senjata untuk memperketat blokade udara dan laut yang telah diberlakukan sejak 2015. Ia mengatakan kelompoknya terbuka untuk negosiasi, tetapi "setiap penyelesaian harus mencakup pencabutan blokade."

Di Teluk Oman, militer AS mengatakan pasukannya menembaki kapal berbendera Panama yang berupaya menerobos blokade pelabuhan Iran. Komando Pusat AS mengatakan kapal M/V Vela Nova telah mengabaikan peringatan untuk berhenti sehingga sebuah helikopter AS menembakkan rudal ke ruang mesin kapal dan melumpuhkannya. Komando Pusat AS juga mengklaim telah mengalihkan 55 kapal komersial yang berupaya menerobos blokade, melumpuhkan tiga kapal yang tidak mematuhi perintah, dan menaiki dua kapal.

Hormuz tetap menjadi pusat ketegangan

Pernyataan Trump mengenai kendali AS atas Selat Hormuz muncul ketika lalu lintas komersial di kawasan itu masih berada pada tingkat rendah. UK Maritime Trade Operations (UKMTO) mengatakan aktivitas pelayaran komersial tetap berkurang dan serangan, upaya serangan, serta aktivitas "gangguan" oleh Korps Garda Revolusi Islam Iran terus berlangsung. "Aksi-aksi ini terus menunjukkan niat Iran untuk mempertahankan kehadiran di sepanjang jalur transit utama serta mempertahankan tekanan terhadap kapal-kapal yang melintas," kata UKMTO.

Menurut dpa, sekitar seperlima permintaan minyak dunia sebelumnya diangkut melalui Selat Hormuz. Jalur tersebut juga penting untuk pengiriman gas alam cair dan pupuk. Setelah perang dimulai, serangan dan ancaman terhadap kapal menyebabkan lalu lintas melalui selat hampir terhenti dan mendorong kenaikan harga minyak dan gas.

Pasar kembali merespons perkembangan tersebut pada Rabu (12/8). Harga minyak mentah AS naik 0,61 persen menjadi 83,71 dolar AS per barel, sementara Brent naik 0,62 persen menjadi 89,46 dolar AS per barel. Brent berada di jalur untuk mencatat kenaikan harian keenam berturut-turut. "Kurangnya berita atau kemajuan substansial dalam pembicaraan, dengan Iran mempertegas komitmennya untuk mengendalikan Selat Hormuz, membuat risiko harga minyak tetap condong ke atas," kata Kyle Rodda, analis pasar keuangan senior di Capital.com.

Di tengah kebuntuan pembicaraan, Pakistan kembali berupaya mendorong negosiasi. Menteri Dalam Negeri Pakistan Mohsin Naqvi melakukan perjalanan ke Teheran pada Selasa untuk bertemu Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dan pejabat lain. Kunjungan itu bertujuan mendorong Iran kembali berunding dengan AS berdasarkan kesepakatan damai sementara yang dimediasi Pakistan pada Juni, menurut dua pejabat yang dikutip oleh Reuters.

Ketegangan di Hormuz juga terus menjadi perhatian pasar menjelang data inflasi AS. Reuters mencatat harga minyak dan emas naik pada Rabu seiring meningkatnya ketegangan geopolitik. Harga emas spot naik 0,77 persen menjadi 4.400,44 dolar AS per troy ounce.

Sementara itu, perang Iran tidak menunjukkan tanda-tanda akan berakhir meski Trump berulang kali menyatakan kesepakatan akan segera tercapai. Perbedaan posisi mengenai blokade pelabuhan Iran dan pengendalian Selat Hormuz tetap menjadi salah satu hambatan utama dalam upaya mengakhiri konflik.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags