DMS Propertindo Siapkan Rp3 Triliun untuk Kembangkan Urbanova Edu Hub

- Selasa, 11 Agustus 2026 | 13:40 WIB
DMS Propertindo Siapkan Rp3 Triliun untuk Kembangkan Urbanova Edu Hub

PT DMS Propertindo Tbk (KOTA) mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sekitar Rp3 triliun untuk mengembangkan Urbanova Edu Hub. Langkah ini diumumkan di sela penandatanganan nota kesepahaman dengan China Light Industry International Engineering Co., Ltd. (CLIEC), BUMN asal China, di Jakarta, Selasa (11/8/2026).

Direktur Utama DMS Propertindo, Mohamad Prapanca, mengatakan kerja sama ini menjadi langkah maju bagi perseroan dalam mewujudkan kawasan pendidikan terpadu pertama di Indonesia. "KOTA maju selangkah melalui penjajakan kerja sama dengan salah satu BUMN raksasa asal China. Perusahaan negara dimaksud adalah China Light Industry International Engineering Co., Ltd. (CLIEC) yang diproyeksikan menggarap kawasan yang dirancang sebagai Edu Hub pertama di Indonesia," ujarnya dalam acara penandatanganan kerja sama tersebut.

Proyek ini akan digarap dengan skema turnkey, di mana CLIEC menangani seluruh rangkaian pekerjaan mulai dari perencanaan teknis, engineering, pengadaan, konstruksi, hingga penyelesaian proyek sesuai spesifikasi yang disepakati. Pendekatan ini dinilai mampu membuat pengembangan Urbanova lebih terintegrasi, efisien, dan terukur.

Prapanca menegaskan bahwa kolaborasi ini sangat penting untuk mempercepat pembangunan Urbanova Edu Hub. "China dalam beberapa tahun terakhir muncul sebagai kekuatan penting dalam rekayasa teknologi dan pembangunan berskala besar," tuturnya. Ia juga menyebut dukungan finansial dari CLIEC akan membantu memastikan proyek berjalan tepat waktu dan berkualitas.

Lokasi proyek berada di Surabaya Timur, yang dipilih karena kawasan tersebut sudah memiliki ekosistem pendidikan dan industri yang mendukung. Urbanova disebut memiliki potensi pasar lebih dari 64 ribu mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di sekitarnya. Selain itu, keberadaan kawasan industri SIER menjadi basis aktivitas ekonomi dan tenaga kerja.

Dengan ekosistem yang sudah ada, Urbanova tidak perlu membangun dari nol. Konsep Edu Hub ini justru menghubungkan berbagai fungsi: pendidikan menjadi salah satu penarik utama, tetapi kawasan ini juga dirancang untuk hunian, bisnis, ruang komunal, olahraga, hospitality, kesehatan, dan gaya hidup yang saling mendukung.

Rencananya, Urbanova Edu Hub akan dibangun di atas lahan seluas sekitar 23 hektare. Di dalamnya akan ada residensial modern, business hub, event space, hotel, showroom, fasilitas publik, rumah sakit, hingga sekolah internasional. "Kawasan pendidikan masa depan membutuhkan tempat untuk bertemu, berdiskusi, bekerja, berolahraga, berkreasi, membangun jejaring, bahkan mengembangkan bisnis," jelas Prapanca.

CLIEC, yang menggandeng Sinosure, merupakan BUMN China dengan pengalaman luas di bidang engineering industri berskala besar. Mereka telah menangani ribuan proyek di China dan ratusan lainnya di luar negeri. Kapabilitas ini diharapkan dapat membantu memastikan proses pembangunan Urbanova berlangsung efektif dan sesuai target.

Dengan dukungan CLIEC, DMS Propertindo menargetkan groundbreaking pada akhir September 2026. Pembangunan tahap pertama ditargetkan selesai pada kuartal IV 2028, dan Urbanova Edu Hub mulai beroperasi pada kuartal I 2029.

Kehadiran Urbanova di Surabaya Timur diprediksi akan mengubah kawasan tersebut menjadi daerah bernilai ekonomi tinggi. Edu Hub ini bukan sekadar kawasan hunian dan komersial baru, melainkan pusat aktivitas yang menggabungkan pendidikan, bisnis, kesehatan, hospitality, dan gaya hidup. Dalam waktu kurang dari tiga bulan, Urbanova bertransformasi dari ide orisinal Edu Hub menjadi proyek yang didukung mitra internasional dengan investasi signifikan.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags