Pemerintah Batalkan Pajak Jalan Tol dan Pajak Orang Kaya Demi Jaga Daya Beli Masyarakat

- Sabtu, 25 April 2026 | 11:30 WIB
Pemerintah Batalkan Pajak Jalan Tol dan Pajak Orang Kaya Demi Jaga Daya Beli Masyarakat

IDXChannel – Pemerintah akhirnya angkat bicara soal isu pajak jalan tol dan pajak tambahan untuk orang kaya. Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, memastikan dua kebijakan itu batal diterapkan. Setidaknya, untuk saat ini.

Keputusan ini diambil bukan tanpa alasan. Ekonomi nasional, kata Purbaya, masih dalam masa pemulihan. Jadi, menurutnya, bukan waktu yang tepat untuk membebani masyarakat dengan pajak baru. Apalagi kalau daya beli rakyat belum benar-benar kuat.

“Jadi, posisi kita nggak berubah. Bahwa kita tidak akan mengenakan pajak tambahan sampai ekonominya dipandang cukup baik dan daya beli masyarakat sudah cukup kuat,” ujarnya dalam jumpa pers di Gedung BPPK, Jakarta, Jumat (24/4/2026).

Pernyataan itu sekaligus menepis berbagai spekulasi yang sempat beredar. Di sisi lain, Purbaya juga menegaskan bahwa opsi untuk memberlakukan pajak baru tetap terbuka. Tapi, lagi-lagi, semuanya tergantung kondisi. Kalau indikator ekonomi sudah menunjukkan perbaikan signifikan, baru pemerintah akan mempertimbangkannya lagi.

Prioritas utama sekarang, menurut bendahara negara, adalah menjaga stabilitas konsumsi publik. Itu yang jadi pegangan dalam merumuskan langkah fiskal ke depan. Bukan malah nambah-nambah beban.

Menariknya, Purbaya mengaku tidak terlibat dalam perumusan awal gagasan pajak jalan tol dan pajak orang kaya itu. Katanya, rencana tersebut sudah ada sebelum dia menjabat sebagai Menteri Keuangan. Jadi, yang dia lakukan sekarang adalah menyesuaikan sedikit demi sedikit supaya kebijakan fiskal lebih tepat sasaran.

“Jadi itu masih rezim yang lama. Makanya kita ada perubahan sedikit-sedikit supaya lebih teratur,” jelasnya.

Dari situ, bisa dibilang, apa yang dilakukan Purbaya sekarang adalah semacam “bersih-bersih” warisan kebijakan. Entah nanti akan ada kejutan lain atau tidak, yang jelas, untuk sekarang, masyarakat bisa sedikit bernapas lega.

(NIA DEVIYANA)

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar