Veda Ega Pratama Gagal ke Q2 Moto3 Spanyol, Finis ke-16 di Sesi Practice Jerez

- Jumat, 24 April 2026 | 22:30 WIB
Veda Ega Pratama Gagal ke Q2 Moto3 Spanyol, Finis ke-16 di Sesi Practice Jerez

JEREZ Ada cerita yang lebih dalam dari sekadar angka di papan waktu. Veda Ega Pratama memang cuma finis ke-16 di sesi practice Moto3 Spanyol, Jumat (24/4/2026). Catatan waktunya 1 menit 44,860 detik, dan itu artinya ia gagal menembus Q2. Tapi, kalau kita lihat lebih saksama, penampilannya di Sirkuit Jerez ini bukan soal cepat atau lambat semata. Ini soal proses. Ini soal strategi yang mungkin belum sepenuhnya keluar.

Sejak awal sesi, Veda sebenarnya tampil meyakinkan. Ia langsung agresif, bahkan sempat merangsek ke posisi lima besar. Bersaing dengan nama-nama macam Adrian Fernandez. Di beberapa menit pertama, ritmenya stabil. Kepercayaan diri di lintasan yang terkenal teknis dan butuh presisi tinggi itu jelas terlihat. Ia tidak main-main.

Tapi ya, begitulah Moto3. Dinamikanya berubah dalam sekejap. Begitu Maximo Quiles menemukan ritme terbaiknya dan mencatat waktu gila 1 menit 44,078 detik peta persaingan langsung jungkir balik. Quiles jadi patokan baru. Pembalap lain, termasuk Veda, mulai sibuk mengejar celah waktu yang makin tipis.

Memasuki pertengahan sesi, Veda mulai mentok. Ia sempat bertahan di posisi sembilan, tapi tekanan dari David Almansa dan David Munoz perlahan mendorongnya keluar dari zona aman. Dua puluh menit terakhir jadi mimpi buruk. Posisinya terus melorot, hingga akhirnya batas 14 besar yang jadi tiket ke Q2 pun menjauh.

Menariknya, Veda tidak tampak memaksakan diri. Di sesi practice, banyak pembalap memang sengaja tidak mengeluarkan semua kemampuan. Mereka lebih fokus menjaga setting motor, membaca karakter lintasan, dan menyiapkan tenaga untuk kualifikasi serta balapan utama. Di Moto3, strategi semacam ini sering jadi pembeda. Jadi, mungkin ini bagian dari rencana yang lebih besar.

Belum lagi soal kondisi lintasan. Bendera kuning berkali-kali dikibarkan. Ada masalah teknis yang dialami Eddie O'Shea, lalu insiden jatuh yang menimpa Scott Ogden. Semua itu mengganggu ritme. Beberapa lap terpaksa dibatalkan, termasuk saat Veda sedang mencoba memperbaiki catatan waktunya. Situasi yang bikin frustrasi, pasti.

Sementara itu, di barisan depan, persaingan makin panas. Valentin Perrone sempat duduk di puncak, tapi kemudian disalip David Munoz. Drama puncak terjadi di menit-menit akhir, ketika Maximo Quiles kembali menunjukkan taringnya dan mengunci posisi pertama. Seru, tapi tidak untuk Veda yang masih tertahan di posisinya.

Ia harus puas finis ke-16, terpaut 0,782 detik dari yang tercepat. Selisih yang terdengar kecil, ya? Tapi di kelas Moto3, jarak sekecil itu bisa berarti segalanya. Ini bukan soal kalah cepat, tapi soal gagal menemukan momen yang tepat.

Tapi, jangan buru-buru menyimpulkan. Hasil yang kurang menggembirakan ini bukan akhir dari segalanya. Justru di sinilah letak tantangan sekaligus peluang. Dengan tidak menonjol di sesi awal, Veda bisa menyimpan potensi untuk tampil lebih eksplosif di fase berikutnya. Strategi seperti ini cukup umum, terutama bagi pembalap muda yang masih dalam proses adaptasi dan pengembangan.

Pengalaman dari sesi ini juga jadi bekal berharga. Veda sudah merasakan langsung betapa ketatnya persaingan di Jerez. Ia tahu bagaimana perubahan kondisi lintasan bisa memengaruhi performa. Ia juga belajar mengelola tekanan di tengah perebutan waktu yang sangat tipis. Semua itu tidak bisa dibeli di toko.

Jika ia mampu memanfaatkan data dan evaluasi dari sesi practice, peluang untuk bangkit masih terbuka lebar. Penyesuaian setup motor, pemilihan waktu yang tepat untuk mencatat lap cepat, serta keberanian mengambil risiko di momen krusial itu semua bisa jadi kunci.

Pada akhirnya, Moto3 bukan cuma soal siapa yang tercepat di satu sesi. Ini soal siapa yang paling konsisten dan cerdas membaca situasi sepanjang akhir pekan balapan. Bagi Veda Ega Pratama, hasil di practice ini mungkin bukan akhir. Bisa jadi, ini justru titik awal untuk sesuatu yang lebih besar.

Kini, semua mata tertuju pada langkah berikutnya. Apakah ia benar-benar menyimpan kemampuan terbaiknya untuk momen yang lebih penting? Atau justru masih harus berjuang keras menghadapi ketatnya persaingan?

Jawabannya akan terlihat di lintasan Jerez tempat di mana talenta, strategi, dan mental diuji dalam satu paket lengkap.

Hasil Lengkap Practice Moto3 Spanyol 2026

  1. Maximo Quiles (Aspar Team) 1:44.078
  2. David Munoz (IntactGP) 0.041
  3. Valentin Perrone (KTM Tech3) 0.247
  4. Matteo Bertelle (Level UP-MTA) 0.325
  5. David Almansa (IntactGP) 0.379
  6. Adrian Fernandez (Leopard Racing) 0.405
  7. Brian Uriarte (KTM Ajo) 0.426
  8. Adrian Cruces (CIP Green Power) 0.466
  9. Alvaro Carpe (KTM Ajo) 0.509
  10. Marco Morelli (Aspar Team) 0.550
  11. Casey O'gorman (SIC58) 0.568
  12. Rico Salmela (KTM Tech3) 0.592
  13. Joel Esteban (Level UP-MTA) 0.623
  14. Scott Ogden (CIP Green Power) 0.655
  15. Guido Pini (Leopard Racing) 0.778
  16. Veda Ega Pratama (Honda Team Asia) 0.782
  17. Hakim Danish (MT Helmets-MSI) 0.809
  18. Jesus Rios (Snipers Team) 0.867
  19. Rusei Yamanaka (MT Helmets-MSI) 1.041
  20. Eddie O'Shea (MLav Racing) 1.060
  21. Joel Kelso (MLav Racing) 1.075
  22. Cormac Buchanan (CODE Motorsports) 1.145
  23. Ruche Moodley (CODE Motorsports) 1.376
  24. Nicola Carraro (Snipers Team) 1.597
  25. Zen Mitani (Honda Team Asia) 1.643
  26. Leo Rammerstorfer (SIC58) 2.007

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar