Wakapolri Dorong Brimob Tingkatkan Kemampuan Hadapi Ancaman Hybrid dan Perkuat Peran Pelindung Masyarakat

- Kamis, 23 April 2026 | 22:50 WIB
Wakapolri Dorong Brimob Tingkatkan Kemampuan Hadapi Ancaman Hybrid dan Perkuat Peran Pelindung Masyarakat

JAKARTA Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo ngasih semacam dorongan keras ke Korps Brigade Mobil (Brimob) Polri. Intinya, ia mau satuan ini terus ningkatin kemampuan, profesionalisme, dan juga modernisasi. Soalnya, tantangan ke depan makin kompleks, nggak bisa dianggap remeh.

Hal itu disampaikan Komjen Dedi di acara Rakernis Korbrimob Polri T.A. 2026. Acaranya berlangsung di Gedung Satya Haprabu, Mako Brimob Polri, Kelapa Dua, Depok, pada Kamis (23/4/2026).

"Tantangan ke depan semakin kompleks, termasuk munculnya ancaman keamanan hybrid yang menggabungkan gangguan fisik, provokasi digital, serta disinformasi. Oleh karena itu, peningkatan kemampuan personel, penguatan sistem, serta strategi yang adaptif menjadi kunci utama dalam menjawab dinamika tersebut," kata Dedi di depan para peserta.

Ia juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya buat Korbrimob Polri atas dedikasi selama tahun 2025. Beberapa capaian yang bikin bangga antara lain keberhasilan Operasi Damai Cartenz, prestasi di ajang internasional World Police & Fire Games, sampai dapat penghargaan Kompolnas Award sebagai Satker Mabes Polri terbaik. Nggak main-main.

Di sisi lain, soal pelayanan ke masyarakat, Dedi menekankan pentingnya perubahan paradigma. Prinsipnya sederhana: melayani, bukan menghadapi. Brimob, menurut dia, harus hadir sebagai pelindung dan pengayom. Yang bikin masyarakat merasa aman, bukan malah takut.

"Brimob diharapkan hadir sebagai pelindung dan pengayom yang menjamin keamanan, sekaligus memberikan rasa aman yang menenangkan bagi masyarakat," ujarnya.

Namun begitu, Wakapolri juga mendorong penguatan tugas berbasis riset. Ia ingin Brimob memanfaatkan ekosistem akademik, salah satunya lewat pembentukan Pusat Studi Kepolisian. Tujuannya, biar kemampuan analisis terhadap ancaman keamanan asimetris makin tajam.

Sejalan dengan itu, adaptasi teknologi modern juga jadi perhatian utama. Dedi menyebut pemanfaatan kecerdasan buatan (AI), drone surveillance, dan body-worn camera. Semua itu, kata dia, demi transparansi, akuntabilitas, dan meminimalkan kesalahan prosedur di lapangan.

Nggak cuma soal keamanan, Wakapolri juga mengingatkan soal kesiapsiagaan bencana. Khususnya menghadapi kemarau panjang yang bisa ningkatin titik panas kebakaran hutan dan lahan.

"Untuk itu, kesiapan alutsista SAR dan personel harus selalu dalam kondisi siap operasional guna memberikan respons cepat dan tepat dalam melindungi masyarakat," tegasnya.

Sebagai arah ke depan, Dedi menjabarkan Road Map Transformasi Korbrimob. Ada tiga fase utama: pembangunan fondasi, pengembangan kapabilitas, sampai pencapaian keunggulan global baik di domain fisik maupun siber. Targetnya jelas: world class.

Menutup arahannya, ia menegaskan sesuatu yang cukup penting. Menambah jumlah pasukan itu nggak akan berarti banyak kalau nggak didukung sistem yang kuat, strategi yang tepat, dan personel yang profesional, unggul, serta humanis. Jadi, kualitas tetap nomor satu.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar