Harum Energy Kembali Tak Bagikan Dividen demi Fokus pada Transformasi ke Sektor Nikel

- Senin, 08 Juni 2026 | 08:15 WIB
Harum Energy Kembali Tak Bagikan Dividen demi Fokus pada Transformasi ke Sektor Nikel

PT Harum Energy Tbk (HRUM) kembali memutuskan untuk tidak membagikan dividen kepada para pemegang saham. Keputusan ini diambil sebagai bagian dari strategi perusahaan tambang tersebut untuk memperkuat arus kas di tengah proses transformasi bisnis dari batu bara ke sektor nikel.

Kebijakan untuk menahan laba itu ditetapkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada Rabu, 3 Juni 2026. Terakhir kali perseroan membagikan dividen adalah pada Desember 2022. Dalam RUPST tersebut, para pemegang saham menyetujui alokasi penggunaan laba bersih tahun buku 2025 yang tercatat sebesar 37,4 juta dolar AS. Sebesar 100 ribu dolar AS dari jumlah itu dialokasikan untuk dana cadangan, sehingga total dana cadangan mencapai 4,59 juta dolar AS, atau setara dengan 15,9 persen dari total modal ditempatkan dan disetor perseroan.

Sisa laba tahun lalu, menurut keputusan tersebut, akan ditambahkan ke saldo laba. Pertimbangan utama di balik langkah ini mencakup proyeksi kebutuhan investasi dan belanja modal, kewajiban jangka pendek, serta posisi kas perusahaan. Keputusan itu dinilai sebagai langkah antisipatif untuk menjaga likuiditas di tengah rencana ekspansi yang agresif.

Transformasi Harum Energy dari perusahaan batu bara menjadi perusahaan nikel semakin nyata. Pada kuartal I-2026, kontribusi segmen batu bara terhadap pendapatan perseroan menyusut drastis menjadi hanya 3 persen, turun signifikan dari 42 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan ini dipicu oleh merosotnya volume penjualan batu bara hingga 94 persen serta harga jual rata-rata yang terkoreksi 10 persen.

Di sisi lain, sektor nikel justru mencatat lonjakan. Kontribusinya melesat menjadi 97 persen dari total pendapatan, dengan nilai mencapai 345,9 juta dolar AS atau tumbuh 16 persen secara tahunan. Volume penjualan nikel meningkat 40 persen, sementara harga jual rata-rata naik 29 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Harum Energy diketahui terlibat dalam sejumlah proyek nikel strategis di kawasan Weda Bay. Perusahaan mengelola pertambangan nikel laterit di Halmahera Timur serta fasilitas pengolahan dan pemurnian bijih nikel di Weda Bay Industrial Park, Halmahera Tengah. Sedikitnya tiga smelter berbasis teknologi Rotary Klin Electric Furnace (RKEF) telah dioperasikan bersama mitra, yaitu melalui PT Infei Metal Industry, PT Westrong Metal Industri, dan PT Sunny Metal Industry. Selain itu, melalui PT Blue Sparking Energy, perseroan telah memulai komersialisasi pabrik High Pressure Acid Leaching (HPAL) sejak Maret 2026.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar