Google Hibah Rp 26,8 Miliar untuk Infrastruktur Digital ION, Target 100 Ribu Usaha Mikro di Desa

- Kamis, 23 Juli 2026 | 14:12 WIB
Google Hibah Rp 26,8 Miliar untuk Infrastruktur Digital ION, Target 100 Ribu Usaha Mikro di Desa

Google mengucurkan hibah sebesar USD 1,5 juta atau sekitar Rp 26,8 miliar untuk mendukung peluncuran awal Indonesia Open Network (ION), sebuah infrastruktur publik digital yang dirancang mempercepat perdagangan inklusif di Indonesia. Dukungan ini diumumkan dalam agenda peluncuran laporan dan diskusi Google AI & YouTube untuk Ekonomi Kreatif di Thamrin Nine, Jakarta, Kamis (23/7).

Country Director Google Indonesia, Veronica Utami, menyebut laporan AI Economy Report yang dibagikan Google memperkirakan adopsi AI penuh oleh UMKM lokal berpotensi membuka nilai ekonomi hingga Rp 910 triliun dan mendukung lebih dari 510 ribu lapangan kerja. Dari sektor media generatif, AI diproyeksikan menghasilkan nilai ekonomi Rp 66 triliun per tahun serta membuka peluang bagi hampir 1,8 juta kreator profesional baru.

Veronica mengatakan Google dan YouTube telah bertahun-tahun bekerja sama dengan pemerintah, mitra, dan kreator untuk membangun fondasi digital di Indonesia. “Ekosistem kreatif YouTube di Indonesia telah berkontribusi lebih dari Rp 8,4 triliun terhadap PDB Indonesia,” ujarnya. Ekosistem itu juga mendukung lebih dari 190 ribu lapangan kerja dan membantu 81 persen kreator memperoleh pendapatan dengan menjangkau audiens internasional.

ION Targetkan 100 Ribu Usaha Mikro dan Wirausaha di Desa

Sebagai bagian dari dukungan terhadap momentum tersebut, Google bekerja sama dengan Kementerian UMKM dan Kementerian Komunikasi dan Digital dalam pengembangan ION. “Di tahun pertamanya, ION akan memberdayakan hingga 100 ribu usaha mikro dan wirausahawan di pedesaan untuk mulai berjualan secara online seketika, bahkan tanpa biaya awal yang memberatkan,” kata Veronica. Inisiatif ini diharapkan membuka akses teknologi bagi pelaku usaha kecil di daerah untuk mengembangkan usaha dan memperluas pasar.

Google juga akan memberikan dukungan teknis untuk memastikan implementasi ION berjalan efektif serta mampu menciptakan ekosistem digital yang terbuka, inklusif, dan aman bagi seluruh masyarakat.

Vice President Government Affairs & Public Policy, Centers of Excellence Google, Markham Erickson, menegaskan pengembangan AI tidak hanya ditujukan untuk kreator, tetapi juga dibangun bersama para kreator. “Kami ingin memberikan alat baru untuk membuat video, kontrol baru untuk melindungi karya mereka, serta peluang kolaborasi komersial baru. Kreativitas dan semangat kewirausahaan para kreator di YouTube telah memperkuat perkembangan ekonomi Indonesia,” ujarnya.

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif sekaligus Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Irene Umar, menekankan Indonesia tidak hanya harus dipandang sebagai pasar, tetapi juga sebagai pusat penciptaan karya kreatif dunia. “Indonesia bukan hanya pasar dengan populasi besar, tetapi juga rumah bagi para kreator dan mesin kreatif yang mampu mengekspor karya ke dunia. Dunia membutuhkan produk yang datang dari Indonesia, karena produk yang diciptakan dengan hati dapat menyentuh banyak orang,” kata Irene.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags